MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Uji Sumur Manpatu Lampaui Target Gas, Produksi Masih Dievaluasi

Uji sementara Manpatu-101 menghasilkan gas 8% di atas target awal. PHM masih melanjutkan pengujian untuk menentukan laju yang dapat dipertahankan.

Oleh Redaksi Sorot Energi··4 menit baca
Dokumentasi asli peserta kegiatan Sail Away Topside Project Manpatu di Bintan, 17 April 2026; arsip Bea Cukai Tanjungpinang.
Dokumentasi asli peserta kegiatan Sail Away Topside Project Manpatu di Bintan, 17 April 2026; arsip Bea Cukai Tanjungpinang.

Arsip kegiatan pelepasan topside Proyek Manpatu di Bintan, 17 April 2026. Foto: Dok. Bea Cukai Tanjungpinang.

Uji produksi sementara sumur Manpatu-101 (MPT-101) di Blok Mahakam menghasilkan gas 16,2 juta standar kaki kubik per hari, atau 8% di atas target awal. Operatornya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), masih melanjutkan pengujian untuk menentukan laju produksi yang dapat dipertahankan.

Dunia Energi pada 19 Oktober 2026 melaporkan hasil uji itu disertai kondensat 655,8 barel per hari. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjadi sumber keterangan tentang pekerjaan sumur yang berada di anjungan MP-1, area South Mahakam, lepas pantai Kalimantan Timur.

Hasil 108% berarti 8% di atas target

Indikator Angka Maknanya
Target awal gas 15 juta kaki kubik per hari Patokan untuk sumur MPT-101.
Laju uji sementara gas 16,2 juta kaki kubik per hari Setara 108% dari target, atau lebih tinggi 8%.
Selisih dari target 1,2 juta kaki kubik per hari Tambahan laju pada kondisi pengujian, bukan jaminan produksi harian seterusnya.
Kondensat saat uji 655,8 barel per hari Cairan hidrokarbon yang terpisah dari gas; bukan bensin siap pakai.

Pengujian berlangsung dengan bukaan katup pembatas aliran atau choke 30/64 inci. Besarnya aliran perlu dibaca bersama kondisi uji; angka ini belum menjadi bukti bahwa laju yang sama sudah disalurkan setiap hari sebagai penjualan atau lifting.

Membuka kembali sumur dari temuan yang sudah diketahui

RuangEnergi pada 18 Oktober menjelaskan MPT-101 sebagai bagian pengembangan berdasarkan rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD) Manpatu 2023. Pekerjaan ini menindaklanjuti temuan eksplorasi Manpatu-1X, sehingga berbeda dari pencarian cadangan baru di lokasi yang belum terbukti.

Operasi mencakup re-entry, yakni masuk kembali ke sumur, serta pemasangan peralatan penyelesaian sumur agar hidrokarbon dapat dialirkan. Pekerjaan tie-back menghubungkan sumur dengan sistem fasilitas produksi. Rig yang digunakan adalah Zhong You Hai-16; PHM tetap merupakan operator sumurnya.

Laporan operasi menyebut kedalaman 4.158,2 meter terukur dan durasi 49 hari sampai tahap uji. Kedalaman terukur mengikuti panjang lintasan sumur, sehingga bukan otomatis kedalaman vertikal di bawah permukaan.

Jalan dari penemuan ke fasilitas produksi

Riwayatnya bermula sebelum kabar uji Oktober ini. PHI pada 4 Januari 2022 menyatakan pengeboran eksplorasi Manpatu-1X dimulai pada 20 Oktober 2021. Uji alir 3 Januari 2022 mencatat gas 15 juta kaki kubik per hari dan kondensat 500 barel per hari, pada bukaan choke 32/64 inci.

Angka uji 2022 tersebut adalah catatan penemuan awal, bukan produksi yang terus berjalan sejak saat itu. Bukaan choke dan tahapan operasi berbeda juga membuat kedua uji tidak cukup untuk menyimpulkan perubahan kemampuan reservoir secara langsung.

Dalam rilis PHI pada 23 April 2026, fasilitas Manpatu dirancang berkapasitas 80 juta kaki kubik gas per hari, dengan program keseluruhan 11 sumur pengembangan. Lingkupnya mencakup satu anjungan baru, modifikasi anjungan yang sudah ada, serta pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang sekitar 2,5 kilometer.

Rilis yang sama mencatat pengapalan bagian atas anjungan dari fasilitas PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang pada 17 April. Saat itu, target proyek mulai mengalirkan produksi adalah kuartal I 2027. Uji satu sumur pada Oktober belum membuktikan seluruh fasilitas dan 11 sumur telah beroperasi komersial atau jadwal proyek keseluruhan sudah resmi berubah.

Pembaruan PHI pada 4 Juni mencatat struktur bawah dan bagian atas anjungan sudah terpasang pada 27 Mei 2026. Perusahaan ketika itu memproyeksikan tambahan hingga 80 juta kaki kubik per hari, sekitar 20% dari total produksi Mahakam pada 2027; angka tersebut merupakan proyeksi proyek keseluruhan, bukan hasil uji MPT-101 atau realisasi produksi 2026.

Biaya masih berupa estimasi lapangan

Laporan progres yang dikutip RuangEnergi menyebut estimasi biaya lapangan US$16.572.647, dibanding persetujuan anggaran pekerjaan atau Authorization for Expenditure (AFE) US$16.307.382. Selisihnya sekitar US$265 ribu atau 1,6% di atas anggaran tersebut.

Estimasi ini belum merupakan biaya akhir yang telah diaudit. Laju uji di atas target saja juga belum cukup untuk menyimpulkan keuntungan proyek; penilaian itu membutuhkan produksi berkelanjutan, harga jual dan biaya operasi.

Berikutnya, yang menentukan kontribusi nyata Manpatu adalah hasil pengujian lanjutan, kesiapan fasilitas dan dimulainya penyaluran komersial. Tahap dan angka pembandingnya dapat dilihat pada entri Manpatu di Sorot Tracker.

Sumber dan catatan angka

Rasio uji terhadap target: 16,2 ÷ 15 × 100 = 108%; kelebihannya (16,2 − 15) ÷ 15 × 100 = 8%. Selisih estimasi biaya: US$16.572.647 − US$16.307.382 = US$265.265 atau sekitar 1,63% di atas AFE. Hasil uji tidak diubah menjadi proyeksi produksi tahunan.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.