Cari jejak minyak
Peta dan rekaman seismik memberi petunjuk tentang batuan di bawah tanah. Petunjuk itu baru calon lokasi; keberadaan minyaknya masih harus dibuktikan.
JELAJAH ENERGI / SOROT ENERGI
Bensin di tangki, gas untuk memasak, listrik di stopkontak: semuanya menempuh jalur yang berbeda. Pilih satu sumber energi dan lihat apa yang terjadi di sepanjang jalan.
Pilih sumber energiMULAI DARI SINI
Setiap gambar menunjukkan perjalanan yang berbeda. Pilih satu untuk melihat prosesnya.
6 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Bensin di SPBU punya perjalanan panjang. Sebelum masuk tangki kendaraan, minyak harus ditemukan, dikeluarkan dari sumur, diolah di kilang, lalu dikirim ke penyalur.

Peta dan rekaman seismik memberi petunjuk tentang batuan di bawah tanah. Petunjuk itu baru calon lokasi; keberadaan minyaknya masih harus dibuktikan.
Sumur pertama menembus lapisan yang diduga menyimpan minyak. Jika ditemukan, tim menguji alirannya dan menilai apakah lapangannya layak dikembangkan.
Temuan yang layak memerlukan sumur produksi, pipa, fasilitas pemisahan, serta rencana keselamatan. Semua disiapkan sebelum minyak bisa diambil rutin.
Dari sumur, minyak naik bersama gas dan air yang kemudian dipisahkan. Minyak mentah diangkut atau dialirkan menuju tempat penyimpanan dan kilang.
Di kilang, minyak mentah dipecah dan diolah menjadi berbagai produk. Hasilnya bisa berupa bensin, solar, avtur, dan bahan baku industri.
BBM bergerak dari kilang ke terminal dan penyalur, lalu sampai ke SPBU atau pelanggan industri. Jarak, stok, dan angkutan ikut menentukan pasokannya.
Minyak mentah belum bisa langsung masuk tangki kendaraan. Kilang dan jaringan distribusi menentukan produk apa yang sampai ke kita.
Gambar ini memperlihatkan alur umum. Minyak yang masuk kilang di Indonesia bisa berasal dari berbagai lapangan maupun impor.
5 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Gas dari sumur tidak selalu melewati rute yang sama. Sebagian mengalir lewat pipa; sebagian dicairkan supaya bisa diangkut kapal ke tempat yang lebih jauh.

Tim membaca data batuan dan bawah permukaan untuk mencari tempat gas mungkin terperangkap. Lokasi yang terlihat menjanjikan masih perlu dibor.
Sumur memberi jawaban tentang isi reservoir, laju aliran, dan sifat gasnya. Data ini dipakai untuk memutuskan apakah lapangan bisa dikembangkan.
Gas yang keluar dari sumur dapat membawa air, kondensat, dan komponen lain. Fasilitas pemrosesan menyiapkannya sesuai mutu yang dibutuhkan pembeli atau jalur angkut.
Kalau ada jaringan, gas bisa mengalir lewat pipa. Untuk perjalanan tertentu, gas dicairkan menjadi LNG, dibawa kapal, lalu diubah kembali menjadi gas di terminal penerima.
Pembangkit, pabrik, dan sebagian rumah tangga menggunakan gas melalui infrastruktur yang sesuai. Komponen tertentu dari gas juga dapat diproses menjadi LPG.
LNG adalah gas bumi yang dicairkan untuk pengangkutan. Gas pipa adalah rute lain. LPG dalam tabung berbeda lagi dan bisa berasal dari pengolahan gas atau minyak.
Ilustrasi menampilkan beberapa pilihan rute. Tidak semua lapangan gas memiliki fasilitas LNG, jaringan gas rumah tangga, atau produksi LPG.
5 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Batu bara tidak langsung berubah menjadi listrik. Di pembangkit, panas dari pembakarannya menghasilkan uap; uap itulah yang memutar turbin dan generator.

Pemetaan dan pengeboran menunjukkan di mana lapisan batu bara berada, berapa jumlahnya, dan seperti apa mutunya. Hasil itu dipakai untuk merancang tambang.
Batu bara diambil sesuai kondisi lokasi, kemudian dipilah atau disiapkan agar memenuhi kebutuhan pembeli.
Truk, kereta, tongkang, atau kapal mengangkut batu bara ke pembangkit. Pasokan harus tiba dalam jumlah dan mutu yang sesuai.
Batu bara dibakar di boiler untuk memanaskan air. Uap bertekanan memutar turbin yang tersambung ke generator.
Generator mengubah putaran menjadi listrik untuk jaringan. Di lokasi pembangkit, emisi, abu, dan air juga harus dikelola.
Di PLTU, panas memanaskan air menjadi uap. Uap memutar turbin, kemudian generator menghasilkan listrik.
Jalur ini berfokus pada PLTU batu bara. Batu bara juga dipakai di industri; tiap fasilitas punya rancangan dan pengendalian dampak lingkungan sendiri.
4 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Panel surya menghasilkan listrik ketika menerima cahaya. Agar listriknya cocok untuk banyak peralatan rumah, sistem perlu mengubah arusnya terlebih dahulu.

Atap yang terhalang bayangan menghasilkan listrik lebih sedikit. Karena itu, posisi panel, kebutuhan listrik, dan sambungan instalasi diperiksa lebih dulu.
Sel fotovoltaik di dalam panel mengubah cahaya menjadi listrik arus searah, atau DC. Besarnya listrik berubah sepanjang hari.
Inverter mengubah listrik DC dari panel menjadi AC yang sesuai untuk peralatan dan sistem kelistrikan. Pengaman juga menjadi bagian dari instalasi.
Listrik dapat dipakai langsung oleh beban setempat. Beberapa sistem memakai baterai; sistem yang terhubung ke jaringan mengikuti rancangan dan aturan yang berlaku.
Panel menghasilkan listrik DC; inverter mengubahnya menjadi AC. Baterai bisa ditambahkan, tetapi tidak selalu ada.
Produksi listrik naik turun mengikuti cahaya, cuaca, dan kondisi panel. Susunan sistem rumah, gedung, dan pembangkit skala besar bisa berbeda.
5 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Di kawasan tertentu, panas di bawah tanah dapat dimanfaatkan untuk pembangkit. Sumur dan pipa membawa fluida panas ke fasilitas yang menghasilkan listrik.

Geolog mempelajari batuan, mata air panas, dan data bawah permukaan. Tanda panas di permukaan belum tentu berarti ada reservoir yang dapat dimanfaatkan.
Sumur eksplorasi mengukur suhu, tekanan, serta kemampuan aliran fluida. Di titik ini tim mulai tahu seberapa layak sumber panasnya.
Sumur, pipa, dan fasilitas dipilih mengikuti kondisi lapangan. Teknologi yang sesuai untuk satu lokasi belum tentu cocok untuk lokasi lain.
Panas dari fluida dipakai untuk menggerakkan sistem turbin. Turbin memutar generator yang menghasilkan listrik.
Fluida yang telah digunakan ditangani sesuai desain, sering kali diinjeksi kembali ke bawah tanah. Listriknya kemudian disalurkan ke jaringan.
Panas bumi bekerja dengan cara yang berbeda sesuai lapangannya. Ada pembangkit yang memanfaatkan uap, ada pula yang memakai fluida kerja tambahan.
Ini sketsa alur umum. Suhu, fluida, jenis turbin, dan cara penanganan air sisa berbeda di setiap proyek.
5 LANGKAH UNTUK DIIKUTI
Aliran atau beda tinggi air bisa memutar turbin. Tidak semua pembangkit tenaga air berbentuk bendungan besar; pilihannya bergantung pada sungai dan lokasinya.

Tim mengukur banyaknya air yang mengalir dan beda tinggi yang tersedia. Kebutuhan lingkungan dan penggunaan air lain ikut dinilai.
Sesuai rancangan pembangkit, sebagian air diarahkan ke turbin lewat saluran atau pipa. Waduk besar bukan syarat untuk semua PLTA.
Aliran air menekan sudu turbin sehingga porosnya berputar. Setelah melewati turbin, air kembali ke jalur yang dirancang.
Poros yang berputar menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Sistem kontrol menjaga peralatannya bekerja aman.
Listrik dari pembangkit melewati peralatan penghubung, kemudian disalurkan melalui jaringan hingga sampai ke pemakai.
Air memutar turbin; turbin memutar generator. Besar kecilnya pembangkit menyesuaikan aliran, beda tinggi, dan kondisi lokasi.
Ilustrasi menunjukkan satu kemungkinan rancangan. Banyak pembangkit memanfaatkan aliran sungai tanpa waduk besar; ketersediaan air berubah menurut musim.
KALAU INGIN TAHU LEBIH JAUH
Di sini kita melihat cara kerjanya. Untuk melihat wilayah kerja, angka terbaru, dan perkembangan proyek, lanjut ke halaman berikut.
Visual 3D dan gerak proses merupakan ilustrasi konseptual, bukan rekaman atau simulasi teknis fasilitas tertentu. Jalur teknologi dan operasi aktual dapat berbeda. Konten ditinjau: 23 September 2026.