MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Gas Natuna Masuk Pipa Baru, Kapan Sampai ke Batam?

Gas-in pipa WNTS–Pemping berhasil pada 4 Oktober. Uji fasilitas penerima masih menunggu; alokasi gas dan target pengaliran ke Batam harus dibedakan.

Oleh Redaksi Sorot Energi···4 menit baca
Wali Kota Batam Amsakar Achmad berbicara pada groundbreaking pipa WNTS ke Pulau Pemping 10 Februari 2026, dengan nama proyek dan logo PLN EPI serta Timas pada latar acara. Foto arsip Diskominfo Batam.

Foto arsip: Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat peletakan batu pertama pipa WNTS–Pemping, 10 Februari 2026. Dokumentasi Diskominfo Batam.

Gas Natuna ditargetkan sampai ke pembangkit Batam pada Oktober, setelah uji fasilitas penerima selesai. Gas sudah dimasukkan ke pipa bawah laut WNTS–Pemping pada 4 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB. Itu kemajuan pengujian, belum pengumuman pasokan komersial ke Tanjung Uncang.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan target tersebut melalui Dunia Energi, 5 Oktober. Energindo sehari sebelumnya mengutip pejabat yang sama; keduanya belum memuat laporan uji rinci atau volume aktual.

Kenapa baru tersambung ke pasar domestik?

Gas ini berasal dari Indonesia, tetapi jalur lamanya mengarah ke pembeli di Singapura. Prospektus Premier Oil 2013 mencatat ekspor melalui WNTS sekitar 650 kilometer, dengan pengiriman Anoa ke Sembcorp mulai Januari 2001. Setelah sekitar 25 tahun, cabang Pemping membuka akses baru menuju pasar domestik; Pemkot Batam menyebut proyek sambungannya telah ditunggu sepuluh tahun. Riwayat ekspor tersebut tidak berarti Natuna sebelumnya sama sekali tidak memiliki kontrak gas untuk Indonesia: prospektus itu juga mencatat alokasi Gajah Baru untuk Batam sejak kesepakatan 2008.

Cabang pendek untuk pasokan besar

Pipa bawah laut baru3,2 kilometer

Setara delapan putaran lintasan atletik 400 meter; menyadap jaringan ekspor sekitar 650 kilometer.

Pipa di darat1,3 kilometer

Menuju fasilitas penerima dan pengukuran di Pulau Pemping.

Alokasi menurut PGN110 miliar Btu/hari

80 untuk PLN, 30 untuk kebutuhan Batam lainnya. Dengan asumsi kalor 1.000 Btu/kaki kubik, setara sekitar 110 juta kaki kubik gas per hari.

Panjang: PLN EPI 11 Februari; alokasi: PGN melalui ANTARA 27 Februari. Alokasi belum merupakan volume aliran Oktober.

Menyambung pipa tanpa menghentikan ekspor

Hot-tapping berarti membuat sambungan cabang pada pipa bertekanan yang tetap mengalir, sehingga ekspor ke Singapura tidak perlu dihentikan. PLN EPI melalui ANTARA 19 Juni menyebutnya tahap paling krusial: pekerjaan dilakukan di kedalaman 29 meter pada tekanan sekitar 1.096 psi.

Hot-tapping sudah dilaporkan selesai pada Juni. Target operasi awal Juli dalam rilis PLN EPI belum tercapai saat gas-in diumumkan Oktober, tetapi kerumitan sambungan itu saja tidak membuktikan penyebab pergeseran jadwal. Tahap berikutnya adalah uji fasilitas penerima di darat (ORF): memastikan penerimaan, tekanan dan pengukuran sebelum gas menuju pembangkit.

Seberapa berarti bagi listrik Batam?

Porsi 80 miliar Btu per hari untuk PLN setara listrik rata-rata sekitar 490 megawatt pada efisiensi pembangkit 50%. Sebagai pembanding, BP Batam pada 26 September mengutip proyeksi beban puncak PLN Batam 2026 sebesar 841 megawatt. Padanan energinya sekitar 58% dari proyeksi tersebut, bukan bukti tambahan kapasitas atau listrik yang sudah diproduksi.

Tambahan sumber menjadi penting karena gas Batam dari Sumatra—Corridor, Jadestone dan Jambi Merang—mengalami penurunan alami. Namun Area Head PGN Batam Wendi Purwanto pada 27 Februari secara tegas menyatakan WNTS menambah, bukan menggantikan pasokan Sumatra. Volume penurunannya tidak dirinci dalam laporan itu, sehingga tambahan bersih yang akan diterima Batam belum bisa dihitung.

Siapa mengerjakan dan mengoperasikan?

PLN EPI mengumumkan proyek dan mandat membangun serta mengoperasikan sambungan; Timas Suplindo menjadi mitra pekerjaan EPCI; PGN menjelaskan peran infrastruktur dan distribusi hilir; Medco E&P Natuna disebut sebagai operator WNTS dalam laporan Oktober. Laporan Oktober juga menyebut TGI (Transgasindo) dan BTG sebagai pihak yang terlibat, tanpa merinci pembagian operasi masing-masing. Peran-peran ini tidak otomatis menetapkan siapa pemilik hukum setiap aset.

Bisnis.com 1 Maret mengutip PGN bahwa penugasan infrastruktur kembali ke PGN, sedangkan alokasi tetap pada PLN EPI. Pernyataan PLN EPI pada Juni masih menyebut mandat membangun dan mengoperasikan. Pembagian operasi ORF dan kepemilikan aset terakhir perlu ditegaskan dalam dokumen operasional; jaringan hilir PGN tidak boleh disamakan begitu saja dengan ORF baru atau WNTS.

Gas dari blok mana, dan bagaimana porsi ekspornya?

Laporan historis Medco mencatat Natuna B mengirim gas melalui WNTS; prospektus Premier mencatat Natuna A dan Kakap. Wilayah kerja terkait ialah: South Natuna Sea Block B di bawah Medco, Natuna Sea Block A di bawah Prime Group, dan Kakap yang dioperasikan Star Energy. Harbour mengonfirmasi penjualan kepentingan operasinya ke Prime selesai 26 Mei 2026.

Belum ada rincian dalam laporan gas-in mengenai blok mana yang mengisi alokasi domestik Oktober atau apakah volumenya mengurangi penjualan ke Singapura. Profil Peta Migas mencatat akhir kontrak Natuna A 15 Oktober 2026 pada snapshot ESDM; status perpanjangan terbaru perlu dipastikan, bukan dianggap otomatis berhenti produksi.

Kontrak PLN EPI–WNEL dari WK Duyung sebesar 111 miliar Btu per hari untuk 2027–2037 merupakan pasokan mendatang yang terpisah. Angka tersebut tidak ditambahkan ke alokasi 110 atau dianggap sudah mengisi pipa Oktober.

Pantau Oktober: hasil uji ORF, pengaliran ke Tanjung Uncang, volume dan sumber gas, serta tanggal operasi komersial. Ikuti profil WNTS–Pemping di Sorot Tracker dan agenda pantau Oktober di Kalender Energi. Belum ada tanggal harian yang diumumkan.
Sumber dan metode: padanan pasokan gas

80 × 109 Btu/hari × 1.055,06 joule/Btu × 50% ÷ 86.400 detik ÷ 106 = 488,45 megawatt, dibulatkan sekitar 490. Dibanding proyeksi beban puncak 841 megawatt: sekitar 58%. Ini perbandingan skala energi rata-rata dengan kebutuhan puncak, bukan jaminan kecukupan setiap jam. Konversi 110 miliar Btu ke sekitar 110 juta kaki kubik memakai asumsi ilustratif nilai kalor 1.000 Btu/kaki kubik; volume aktual bergantung komposisi gas.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.