MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Medco Sepakati 10% di Empat Blok Gas

Medco menyepakati pembelian 10% hak partisipasi di empat blok gas Kutai dari Eni. Searah tetap mengoperasikan aset; transaksi masih menunggu persetujuan pemerintah.

Oleh Redaksi Sorot Energi··3 menit baca
Tim proyek Jangkrik mengenakan wearpack oranye dan alat pelindung, dengan identitas asli pada seragam. Foto arsip Eni, bukan penandatanganan akuisisi Medco.

Tim proyek Jangkrik dalam foto arsip. Foto: Eni.

MedcoEnergi menandatangani kesepakatan membeli 10% hak partisipasi di empat blok gas Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, dari Eni. Transaksi ini belum efektif: penyelesaiannya masih menunggu persyaratan, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia.

Dalam pengumuman 12 Oktober 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk menyebut empat kontrak bagi hasil yang dituju adalah Muara Bakau, Ganal, West Ganal dan East Ganal. Medco akan masuk sebagai pemilik kepentingan nonoperator, sehingga tidak mengambil alih tugas pengoperasian lapangan.

10% di setiap blok, bukan 40% satu proyek

Blok / kontrak bagi hasil Porsi yang disepakati Peran Medco
Muara Bakau 10% Nonoperator
Ganal 10% Nonoperator
West Ganal 10% Nonoperator
East Ganal 10% Nonoperator

Porsi 10% berlaku pada masing-masing kontrak. Empat porsi tersebut tidak dijumlahkan menjadi 40% pada satu lapangan. Yang dibeli juga bukan 10% saham Eni sebagai perusahaan global, melainkan hak partisipasi pada aset migas tertentu.

Dari gas yang sudah mengalir sampai temuan baru

Eni dalam pengumuman pada tanggal yang sama menjelaskan bahwa paket Medco mencakup Jangkrik yang sudah berproduksi, proyek Maha, Gendalo dan Gandang dalam pengembangan South Hub, serta temuan gas Geliga. Dengan begitu, paketnya menggabungkan pendapatan dari aset berjalan dan peluang pengembangan berikutnya.

Jangkrik berada di blok Muara Bakau dan mulai menghasilkan gas pada Mei 2017. Gasnya diproses melalui fasilitas produksi terapung, kemudian dialirkan ke darat dan terhubung dengan rantai pengolahan gas alam cair atau LNG di Bontang. Infrastruktur yang sudah ada membuat nilai transaksi ini berbeda dari pembelian wilayah yang seluruh fasilitasnya masih harus dibangun.

Operatornya Searah, Medco bukan pengganti Eni

Kedua pengumuman terbaru menyebut empat blok tersebut dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan Eni dan PETRONAS. Eni menjelaskan kepemilikan perusahaan patungan itu dibagi 50:50; angka ini adalah saham di Searah, berbeda dari hak partisipasi 10% yang disepakati untuk Medco di masing-masing blok.

Pengumuman Eni juga memuat transaksi lain dengan Pertamina, yakni 10% di East Sepinggan, North Ganal dan Rapak. Tiga blok itu merupakan paket berbeda dari empat blok Medco. Pembaca tidak perlu mencampurkan keduanya untuk menghitung porsi Medco.

Tambahan gas bergantung pada proyek, bukan tanda tangan

Transaksi kepemilikan tidak otomatis menambah jumlah gas yang mengalir hari ini. Tambahan produksi baru memerlukan proyek pengembangan dan operasi yang benar-benar selesai.

Pada 18 Maret 2026, Eni mengumumkan keputusan investasi akhir untuk Gendalo–Gandang serta Geng North–Gehem, dengan target mulai beroperasi pada 2028. Bagian Gendalo–Gandang direncanakan memakai tujuh sumur produksi yang disambungkan ke fasilitas Jangkrik yang sudah ada. Target 2028 tersebut adalah jadwal proyek, bukan tanggal efektif akuisisi Medco.

CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan menyebut transaksi ini memperluas posisi perusahaan dalam rantai LNG dan memperkuat basis produksi jangka panjang. Namun, nilai pembelian dan tanggal pasti penyelesaiannya tidak dirinci dalam pengumuman Medco dan Eni pada 12 Oktober.

Tahap berikutnya adalah persetujuan pemerintah, pengumuman transaksi efektif, lalu kemajuan pengembangan gas. Ikuti pada profil akuisisi Medco–Kutai di Sorot Tracker.

Sumber dan konteks

MedcoEnergi, 12 Oktober 2026, halaman 1: empat kontrak, 10% nonoperator, pernyataan Ronald Gunawan dan syarat transaksi efektif. Eni, 12 Oktober 2026: rincian paket Medco dan Pertamina, status Searah serta persetujuan penyelesaian. Hak partisipasi per kontrak dibedakan dari saham perusahaan patungan.

Riwayat Jangkrik merujuk rilis awal produksi 15 Mei 2017 dan profil proyek resmi Eni; riwayat tersebut bukan tambahan produksi baru dari transaksi ini. Rilis keputusan investasi 18 Maret 2026 menjadi sumber tujuh sumur Gendalo–Gandang dan target operasi 2028. Angka gabungan North Hub dan South Hub tidak diperlakukan sebagai volume milik Medco.

Foto diambil dari galeri proyek resmi Eni. Foto arsip tim proyek tidak menunjukkan kegiatan penandatanganan 12 Oktober. Porsi 10% per kontrak tidak dijumlahkan karena objek kepemilikannya berbeda.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.