MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Pertamina Jajaki Aset Hulu Guyana dan Suriname, Blok Belum Dipilih

Pertamina menjajaki aset hulu Guyana dan Suriname sejak 14 September 2026, tetapi belum memilih blok investasi.

Oleh Redaksi Sorot Energi···5 menit baca
Ilustrasi tiga eksekutif membahas peta blok migas lepas pantai Guyana dan Suriname.
Ilustrasi. Tiga eksekutif membahas peta blok migas lepas pantai Guyana dan Suriname.

Ilustrasi. Tiga eksekutif membahas peta blok migas lepas pantai Guyana dan Suriname.

PT Pertamina (Persero) menjajaki investasi hulu minyak dan gas di Guyana dan Suriname, menurut Kementerian Luar Negeri pada 14 September 2026. Namun, nama blok, operator, porsi saham, nilai transaksi, dan jadwal investasi belum diumumkan.

Selat Hormuz mendorong diversifikasi pasokan

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdaningtyas menyampaikan penjajakan itu dalam temu media di Jakarta pada 14 September 2026. ANTARA versi Indonesia menerbitkan laporan pukul 19.11 WIB, sedangkan versi Inggris tayang pukul 21.19 WIB pada hari yang sama.

Grata mengaitkan diversifikasi sumber minyak dengan ketegangan di Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat dan Iran. Kepemilikan pada sumber produksi dinilai dapat mengurangi konsentrasi risiko pasokan. Pernyataan ini tetap berada pada tahap penjajakan, bukan transaksi, Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC), maupun Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision (FID).

Jejak menuju Suriname sudah lebih konkret daripada wacana awal. Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi atau PHE Muharram Jaya Panguriseng mengatakan pada 12 Februari 2025 bahwa PHE menerima tawaran mengelola blok migas di Suriname dan sedang menilai risiko geopolitik serta pengiriman. Informasi terbaru belum memastikan apakah tawaran itu menjadi aset yang kini dikaji.

Guyana menawarkan skala, Suriname membuka pintu masuk

Guyana telah menghasilkan lebih dari 900.000 barel minyak per hari, menurut Reuters pada 23 Juni 2026. FPSO Errea Wittu untuk proyek Uaru tiba di Guyana pada 24 Agustus 2026. Unit berkapasitas 250.000 barel per hari itu ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV 2026, menurut Kementerian Sumber Daya Alam Guyana pada 21 Agustus 2026.

ExxonMobil sebelumnya menargetkan kapasitas Guyana sekitar 1,3 juta barel per hari setelah Whiptail beroperasi pada akhir 2027. Proyeksi yang dikutip Reuters pada 18 Februari 2026 lebih tinggi, yakni 1,4 juta barel per hari setelah Uaru dan Whiptail beroperasi. Perbedaan ini perlu dipertahankan sebagai pembaruan proyeksi, bukan disatukan menjadi satu angka.

Di Suriname, jalur yang secara industri mungkin dianalisis adalah farm-in ke mitra yang sudah memegang blok. Blok 52 yang dioperasikan Petronas mencatat delapan penemuan dengan sumber daya lebih dari 1 miliar barel setara minyak per 23 Juni 2026. Pilihan lain secara teoritis berada di sekitar GranMorgu, tetapi porsi hingga 20 persen merupakan opsi Staatsolie. Keduanya adalah analisis peluang Sorot Energi, bukan rencana Pertamina yang sudah diumumkan.

Pertamina sudah memiliki mesin produksi internasional

Eksekusi investasi luar negeri secara korporasi paling dekat dengan PT Pertamina Internasional EP atau PIEP di bawah Subholding Upstream PHE. PIEP mencatat produksi migas 212,8 ribu barel setara minyak per hari sepanjang 2025 dari portofolio di 10 negara dan empat benua, menurut laporan hasil RUPS perusahaan yang diterbitkan Dunia Energi pada 5 Juni 2026.

Mekanisme membawa minyak jatah luar negeri ke kilang Indonesia juga sudah berjalan. PHE pada Agustus 2026 merencanakan pengiriman 2,5 juta barel minyak mentah dari aset luar negeri ke Indonesia sepanjang 2026. Karena itu, nilai akuisisi di Guyana atau Suriname harus diuji melalui hak pengambilan produksi, kualitas minyak, biaya angkut, dan kecocokan dengan kilang domestik.

Badan Informasi Energi AS atau EIA mencatat produksi minyak mentah dan kondensat Indonesia sebesar 582.000 barel per hari pada 2024, sementara impornya mencapai 354.000 barel per hari pada periode yang sama. Artinya, impor minyak mentah dan kondensat setara sekitar 60,8 persen produksi domestik berdasarkan perhitungan Sorot Energi dari data EIA yang diterbitkan 25 Agustus 2025.

Angka 200.000 barel per hari perlu diluruskan

ANTARA versi Indonesia menulis cadangan lepas pantai Guyana dan Suriname diproyeksikan mencapai 200.000 barel per hari pada 2028. Istilah itu tidak konsisten karena cadangan diukur dalam barel, bukan barel per hari. Rilis TotalEnergies pada 1 Oktober 2024 menyebut angka yang berdekatan, yakni kapasitas FPSO GranMorgu 220.000 barel per hari dengan produksi pertama pada 2028.

Karena itu, Sorot Energi tidak memakai angka 200.000 barel per hari sebagai cadangan gabungan kedua negara. GranMorgu memiliki estimasi sumber daya dapat dipulihkan lebih dari 750 juta barel dan investasi sekitar US$10,5 miliar. Belum ada bukti bahwa GranMorgu atau Blok 52 menjadi target Pertamina.

Angka dalam konteks

Label Nilai dan satuan Periode Sumber
Produksi minyak dan kondensat Indonesia 582.000 barel per hari 2024 EIA, 25 Agustus 2025
Impor minyak mentah dan kondensat Indonesia 354.000 barel per hari 2024 EIA, 25 Agustus 2025
Produksi internasional PIEP 212,8 ribu BOEPD Sepanjang 2025 PIEP melalui Dunia Energi, 5 Juni 2026
Produksi Guyana Lebih dari 900.000 barel per hari 23 Juni 2026 Reuters
Kapasitas FPSO Uaru 250.000 barel per hari Target mulai kuartal IV 2026 Kementerian Sumber Daya Alam Guyana dan MODEC

Apa yang dipantau berikutnya

Pengumuman berikutnya perlu menjelaskan target blok, porsi saham, nilai transaksi, hasil uji tuntas, sumber pembiayaan, dan hak pengambilan produksi. Pemicu terdekat ialah hasil misi INA-LAC di Chile pada 1 sampai 2 Oktober 2026 serta target produksi pertama Uaru pada kuartal IV 2026. Keduanya layak dimasukkan ke Kalender Energi Sorot Energi.

Sumber data

  1. ANTARA, 14 September 2026 pukul 19.11 WIB, “Indonesia jajaki investasi sumber minyak baru di Guyana-Suriname”, https://sulteng.antaranews.com/berita/393048/indonesia-jajaki-investasi-sumber-minyak-baru-di-guyana-suriname
  2. ANTARA News, 14 September 2026 pukul 21.19 WIB, “Pertamina explores upstream oil investments in Guyana, Suriname”, https://en.antaranews.com/news/431301/pertamina-explores-upstream-oil-investments-in-guyana-suriname
  3. ANTARA, 12 Februari 2025, “Pertamina pertimbangkan geopolitik usai dapat tawaran blok di Suriname”, https://www.antaranews.com/berita/4643501/pertamina-pertimbangkan-geopolitik-usai-dapat-tawaran-blok-di-suriname
  4. MODEC, 24 Agustus 2026, “MODEC Announces Arrival of FPSO Errea Wittu in Guyana”, https://www.modec.com/news/2026/20260824_pr_Uaru.html
  5. Kementerian Sumber Daya Alam Guyana, 21 Agustus 2026, “Gov’t welcomes arrival of fifth FPSO”, https://mnr.gov.gy/2026/08/21/govt-welcomes-arrival-of-fifth-fpso/
  6. Reuters, 23 Juni 2026, “Petronas makes new gas find at Suriname offshore block, discoveries equivalent to 1 billion barrels”, https://www.reuters.com/business/energy/petronas-makes-new-discovery-suriname-offshore-block-country-says-2026-06-23/
  7. Reuters, 18 Februari 2026, “Exxon’s Uaru and Whiptail projects in Guyana are moving ahead of schedule, executive says”, https://www.reuters.com/business/energy/exxons-uaru-whiptail-projects-guyana-are-moving-ahead-schedule-executive-says-2026-02-18/
  8. Reuters, 8 Mei 2024, “Exxon Mobil’s Liza Unity FPSO in Guyana hit peak output of 252,000 bpd, executive says”, https://www.reuters.com/markets/commodities/exxon-mobils-liza-unity-fpso-guyana-hit-peak-output-252000-bpd-executive-2024-05-08/
  9. Dunia Energi, 5 Juni 2026, “Sepanjang 2025, Produksi Migas Pertamina di Luar Negeri Tembus 212,8 Ribu BOEPD”, https://www.dunia-energi.com/sepanjang-2025-produksi-migas-pertamina-dari-di-luar-negeri-tembus-2128-ribu-boepd/
  10. CNBC Indonesia, 27 Agustus 2026, “Pertamina Bawa Pulang 2,5 Juta Barel Minyaknya di Luar Negeri ke RI”, https://www.cnbcindonesia.com/news/20260827163537-4-762841/pertamina-bawa-pulang-25-juta-barel-minyaknya-di-luar-negeri-ke-ri
  11. Badan Informasi Energi AS, 25 Agustus 2025, “Country Analysis Brief: Indonesia”, https://www.eia.gov/international/content/analysis/countries_long/Indonesia/Indonesia_2025.pdf
  12. TotalEnergies, 1 Oktober 2024, “Suriname: TotalEnergies announces Final Investment Decision for the GranMorgu development on Block 58”, https://totalenergies.com/newsroom/suriname-totalenergies-announces-final-investment-decision-granmorgu/?lang=eng
Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.