MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Sumur Baru Indramayu Bidik 1.000 Barel Minyak Sehari

Pertamina EP mulai mengebor AKP-004 pada 10 Oktober. Target 800–1.000 barel sehari setara 127–159 ribu liter minyak mentah; program 63 hari belum memastikan tanggal produksi.

Oleh Redaksi Sorot Energi···4 menit baca
Ilustrasi AI dua pekerja rekaan dengan wearpack oranye generik tanpa logo di area pengeboran darat; bukan dokumentasi AKP-004.

Ilustrasi AI pekerja pengeboran dengan wearpack generik tanpa logo. Bukan dokumentasi sumur AKP-004.

Pertamina EP mulai mengebor sumur pengembangan AKP-004 di Balongan, Indramayu, pada 10 Oktober 2026, dengan target awal 800–1.000 barel minyak per hari. Angka itu masih sasaran, bukan minyak yang sudah diproduksi. Keterangan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dimuat Mahatva pada 10 Oktober dan Dunia Energi pada 11 Oktober.

Sumur Akasia Prima AKP-A4, atau AKP-004, merupakan satu dari dua sumur di klaster Akasia Prima yang direncanakan mulai dibor tahun ini. Ini sumur pengembangan pada lapangan yang sudah berproduksi, bukan pengeboran eksplorasi untuk mencari lapangan baru. Sasaran batuannya adalah Konglomerat Pre-Talang Akar.

Targetnya setara 127–159 ribu liter minyak sehari

Dengan pembulatan satu barel sekitar 159 liter, target tersebut setara sekitar 127 ribu sampai 159 ribu liter minyak mentah per hari. Itu bukan volume bensin siap pakai: minyak masih perlu diolah di kilang, dan hasilnya terdiri dari berbagai produk.

Yang sudah dimulai, yang masih ditargetkan

Mulai mengebor10 Oktober

Tonggak pekerjaan, bukan awal produksi.

Target awal800–1.000

Barel minyak per hari; menunggu hasil sumur.

Rencana pekerjaan63 hari

Mencakup perpindahan rig hingga penyelesaian sumur.

63 hari bukan tanggal pasti minyak mengalir

Laporan Mahatva 10 Oktober merinci 20 hari untuk mobilisasi, pemasangan dan pembongkaran rig, 30 hari pengeboran, serta 13 hari penyelesaian sumur. Karena durasi total mencakup pekerjaan sebelum dan sesudah pengeboran, menambahkan 63 hari ke tanggal tajak tidak otomatis menghasilkan tanggal produksi pertama.

Pekerjaan memakai Rig PDSI #28.2/D-1000E, berkekuatan 1.000 tenaga kuda. PDSI adalah PT Pertamina Drilling Services Indonesia, penyedia jasa pengeboran; Pertamina EP merupakan operator sumurnya. Lintasan sumur dirancang berbelok membentuk huruf J agar menjangkau sasaran batuan.

Panjang lubang mengikuti lintasan J direncanakan 2.621,11 meter, atau sekitar 2,6 kilometer. Kedalaman vertikal akhirnya 2.470 meter di bawah acuan muka laut (mTVDSS). Panjang lintasan mengikuti lubang yang berbelok, sedangkan kedalaman vertikal mengukur posisi tegaknya; keduanya memakai ukuran dan acuan berbeda.

Akasia Prima bukan lapangan yang baru muncul

Buletin resmi Pertamina Energia, edisi 3 Agustus 2020, sudah mencatat penemuan sumber daya di Akasia Prima-1. Riwayat temuan itu juga diberitakan Bisnis.com pada 28 Juli 2020. Sementara itu, ANTARA pada 29 Februari 2024 melaporkan Akasia Prima sudah memasuki tahap produksi.

Di lapangan yang sama, pekerjaan pada sumur AKP-002 pada Mei 2026 menghasilkan laju uji 2.546 barel per hari, sekitar 2,84 kali target awal 896 barel per hari, setelah intervensi sumur—pekerjaan memperbaiki akses aliran pada sumur yang ada. Minyak mengalir secara alami (natural flow), dan sumur langsung diproduksikan setelah pengujian. Angka itu merupakan hasil yang dilaporkan saat itu, bukan laju produksi AKP-002 terkini. Hasil AKP-002 tidak bisa dijadikan janji untuk AKP-004: sumur dan pekerjaan yang dilakukan berbeda.

Sebagai pembanding skala, rencana nasional yang dilaporkan Dunia Energi pada 1 Juni 2026 mencakup 617 sumur pengembangan, 34 sumur eksplorasi dan 564 pekerjaan ulang sumur (workover). AKP-004 merupakan kegiatan pengembangan; angka nasional tersebut adalah target program, bukan realisasi.

Bagi pasokan minyak, tahap penentunya berikutnya adalah hasil pengeboran, uji alir, lalu produksi aktual yang bertahan. Pantau perkembangannya pada profil AKP-004 di Sorot Tracker.

Sumber dan metode

Dunia Energi, 11 Oktober 2026 pukul 06.53 WIB, dan Mahatva, 10 Oktober 2026 pukul 19.46 WIB, memuat keterangan Djoko Siswanto tentang program AKP-004. Keduanya mengutip pejabat yang sama, bukan dua pengukuran produksi independen. Durasi 20 + 30 + 13 = 63 hari adalah rencana seluruh pekerjaan, bukan tenggat produksi.

Konversi volume memakai definisi EIA: satu barel = 42 galon AS, serta pembulatan Canadian Association of Petroleum Producers sekitar 159 liter: 800 × 159 = 127.200 liter dan 1.000 × 159 = 159.000 liter per hari. Nilai itu ekuivalen volume target minyak mentah.

Riwayat merujuk Energia 3 Agustus 2020, halaman 20, laporan ANTARA Februari 2024, dan laporan AKP-002 pada 1 Juni 2026. Perbandingan AKP-002: 2.546 ÷ 896 = 2,84 kali target. Panjang lintasan (mMD) dan kedalaman vertikal di bawah muka laut (mTVDSS) tidak dikurangkan untuk menaksir kelengkungan. Gambar dibuat dengan AI, menampilkan pekerja rekaan dengan wearpack generik tanpa logo; bukan foto personel atau kegiatan AKP-004.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.