
Eko Cahyadi menerima penghargaan CFO di Jakarta, 15 Oktober 2026. Foto: Dok. PT Pertamina Trans Kontinental melalui ANTARA.
Eko Cahyadi, Direktur Keuangan dan SDM PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), menekankan pengelolaan keuangan yang mendukung kelancaran operasi maritim perusahaan. Arah itu kembali disampaikan setelah PTK memperoleh Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 dari Iconomics.
Dalam keterangan yang dilaporkan ANTARA pada 18 Oktober 2026, Eko menempatkan pengelolaan risiko, pengendalian internal dan kepatuhan sebagai bagian dari keputusan bisnis. Fungsi keuangan, menurutnya, perlu membantu perencanaan serta kebutuhan operasional, selain mencatat hasil finansial.
JPNN pada 17 Oktober melaporkan bahwa penghargaan diterima pada 15 Oktober di Jakarta. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kepemimpinan keuangan; kabar ini tidak memuat angka laba terbaru untuk 2026.
Keuangan ikut menentukan kesiapan layanan kapal
PTK bergerak dalam penyediaan kapal pendukung, layanan maritim, operasi pelabuhan dan fasilitas pendukung kegiatan lepas pantai di darat atau shorebase. Perannya berkaitan dengan kelancaran logistik energi, dari dukungan kapal sampai layanan di pelabuhan.
Untuk bisnis seperti ini, keputusan keuangan menyangkut biaya operasi, kebutuhan perawatan, penagihan pelanggan dan ketersediaan dana. Efisiensi berarti memakai sumber daya dengan tepat sambil menjaga keselamatan serta keandalan layanan.
Skala bisnisnya terlihat dari kinerja 2025
Dalam laporan RUPST tahun buku 2025 yang diberitakan Warta Ekonomi pada 15 Juni 2026, PTK mencatat laba bersih Rp1,32 triliun dan pendapatan usaha Rp8,4 triliun. Laba tahun sebelumnya Rp1,07 triliun, sehingga kenaikannya sekitar Rp250 miliar atau 23% menurut pembulatan angka yang diumumkan.
| Indikator | Angka | Periode dan arti |
|---|---|---|
| Pendapatan usaha | Rp8,4 triliun | Tahun buku 2025; nilai kegiatan usaha yang dilaporkan. |
| Laba bersih | Rp1,32 triliun | Tahun buku 2025, dibanding Rp1,07 triliun pada 2024. |
| Margin laba bersih | Sekitar 15,7% | Hasil pembagian laba dengan pendapatan 2025 yang dibulatkan. |
| Layanan keagenan kapal | Lebih dari 31.000 kunjungan | Sepanjang 2025; hitungan kunjungan, bukan jumlah kapal milik PTK. |
Margin 15,7% berarti sekitar Rp15,70 laba bersih untuk setiap Rp100 pendapatan usaha pada tahun tersebut. Angka ini menunjukkan hubungan laba dan pendapatan; besarnya kas yang tersedia tetap perlu dilihat dari laporan arus kas.
Digitalisasi penagihan memberi konteks yang lebih konkret
Rilis PTK pada 2 Maret 2026 menyebut layanan keagenan melayani lebih dari 31.000 kunjungan kapal sepanjang 2025. Jumlah ini setara lebih dari 85 kunjungan per hari secara rata-rata tahunan, meski kesibukan tiap pelabuhan dan hari dapat berbeda.
Pada periode yang sama, platform My Pertamina Marine Services (MMS) telah mengintegrasikan lebih dari 135 pelanggan dengan hampir 4.000 transaksi digital. Perusahaan menghubungkan digitalisasi itu dengan proses penunjukan agen, administrasi layanan dan penagihan yang lebih efisien.
Di sinilah hubungan keuangan dan operasi menjadi lebih jelas: layanan yang selesai perlu didukung pencatatan serta penagihan yang tertib. Namun, angka pelanggan dan transaksi tersebut adalah data 2025; keduanya tidak otomatis menunjukkan besarnya penghematan biaya atau perbaikan piutang pada Oktober 2026.
Yang berikutnya perlu dilihat
Bagi pelanggan dan mitra bisnis, tindak lanjut yang berarti adalah keandalan layanan, ketepatan administrasi dan kesinambungan operasi. Untuk menilai hasil strategi keuangan terbaru, pembaca masih perlu menunggu angka kinerja 2026 yang sebanding.
Konteks layanan dan pembaruan datanya tersedia pada profil layanan maritim PTK di Sorot Tracker.
Sumber dan catatan angka
- ANTARA, 18 Oktober 2026 pukul 12.51 WIB: keterangan Eko dan arah pengelolaan keuangan.
- JPNN, 17 Oktober 2026 pukul 23.17 WIB: penghargaan pada 15 Oktober; keterangan korporasi yang sama, bukan verifikasi independen atas dampak finansialnya.
- PTK, 2 Maret 2026: sumber primer historis tentang kunjungan kapal dan MMS pada 2025.
- Warta Ekonomi, 15 Juni 2026: pelaporan RUPST tahun buku 2025. Angka keuangan merupakan angka yang diberitakan dari perusahaan.
Selisih laba: Rp1,32 triliun − Rp1,07 triliun = Rp0,25 triliun. Margin: 1,32 ÷ 8,4 × 100 = 15,71%. Rata-rata kunjungan: lebih dari 31.000 ÷ 365 = lebih dari 84,93 per hari. Semua memakai angka sumber yang dibulatkan; bukan realisasi kinerja 2026.