Biaya angkut kapal tanker raksasa rute Teluk-China menembus US$30 per barel pada 21 September 2026, menurut data LSEG yang dikutip kolom Ron Bousso di Reuters. Saat minyak berada sekitar US$105 per barel, ongkos kapal menyerap lebih dari seperempat biaya kargo dan berpotensi menambah beban impor energi Indonesia.
Minyak tetap mengalir dengan biaya yang jauh lebih mahal
Blokade Iran menghentikan lalu lintas Selat Hormuz setelah perang dimulai pada Februari 2026. Pemilik kapal kemudian enggan memasuki zona konflik atau meminta premi risiko yang sangat tinggi. Gangguan yang sama sebelumnya mendorong Brent menembus US$108 per barel.
Produsen Teluk kini memakai pemindahan muatan antarkapal atau ship-to-ship di Teluk Oman. Kolom Ron Bousso di Reuters pada 21 September 2026 pukul 13.00 WIB menyebut arus ekspor melalui Hormuz mencapai sekitar 6,5 juta barel per hari sepanjang September 2026, berdasarkan data Kpler.
Sekitar 2,5 juta barel per hari diperkirakan dimuat melalui skema ship-to-ship pada September 2026, naik dari 1,4 juta barel per hari pada Agustus 2026. Volume itu setara sekitar 40 persen dari minyak yang kini melewati Hormuz. Sistem tersebut menjaga pasokan bergerak, tetapi membutuhkan lebih banyak kapal, waktu, dan transfer muatan.
Biaya very large crude carrier atau VLCC dari Teluk menuju China mencapai lebih dari US$30 per barel pada 21 September 2026, menurut LSEG melalui kolom Bousso. Freight hanya mengambil sekitar 2 sampai 3 persen dari biaya minyak sebelum perang. Pada harga minyak sekitar US$105 per barel, porsinya sekarang melampaui 25 persen.
Laporan berita Reuters pada 11 September 2026 sebelumnya mencatat rute Teluk Oman-China di Worldscale 450, setara sekitar US$11,50 per barel dan tertinggi sejak benchmark itu diluncurkan pada 2026, berdasarkan Baltic Exchange. Angka US$11,50 dan US$30 tidak dibandingkan langsung karena penyedia data, waktu, dan definisi rutenya berbeda.
Eksposur utama Indonesia berada pada minyak mentah Saudi
Bank Indonesia menampilkan kurs transaksi USD pada 21 September 2026 sebesar Rp17.833,72 untuk kurs jual dan Rp17.656,28 untuk kurs beli. Titik tengahnya, yang menggunakan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR, sebesar Rp17.745 per US$ berdasarkan perhitungan Sorot Energi.
Badan Informasi Energi AS atau EIA mencatat impor minyak mentah dan kondensat Indonesia sebesar 354.000 barel per hari pada 2024. Arab Saudi menyumbang 19 persen, setara sekitar 67.300 barel per hari berdasarkan perhitungan Sorot Energi. Di sisi produk minyak, Indonesia mengimpor 791.000 barel per hari pada 2024, tetapi 38 persen berasal dari Singapura dan 13 persen dari Malaysia yang memakai rute lebih pendek, bukan benchmark VLCC Teluk-China.
Ilustrasi biaya: bila seluruh 67.300 barel per hari minyak Saudi terkena freight spot US$30 per barel, ongkosnya mendekati US$2,02 juta atau Rp35,8 miliar per hari pada kurs tengah Rp17.745 per US$. Ini bukan biaya aktual Pertamina. Kontrak jangka panjang, penggunaan armada PT Pertamina International Shipping, ukuran kapal, formula pengadaan, dan lindung nilai dapat menghasilkan biaya berbeda.
Sorot Angka mencatat Indonesian Crude Price atau ICP Agustus 2026 sebesar US$89,43 per barel, sedangkan proyeksi Ditjen Migas untuk September 2026 berada pada US$83 sampai US$87 per barel. Brent US$101,70 pada 21 September menunjukkan harga pasar masih di atas kedua angka Indonesia itu, tetapi ICP bulanan tidak bergerak identik dengan harga Brent intraday.
Pipa East-West menekan harga, freight belum normal
Arab Saudi sebelumnya mengalihkan ekspor melalui pipa East-West menuju Yanbu di Laut Merah untuk menghindari Hormuz. Jalur itu ikut terganggu setelah militan pro-Iran dari Irak menyerang pipa pada 10 September 2026, sementara tekanan Houthi di Bab el-Mandeb mengurangi efektivitas rute Laut Merah, menurut kolom Bousso.
Brent turun 2,1 persen menjadi US$101,70 per barel dan West Texas Intermediate atau WTI melemah 2,2 persen menjadi US$98,11 per barel pada 21 September 2026 pukul 13.37 WIB, menurut laporan pasar The Wall Street Journal. Penurunan terjadi ketika kekhawatiran atas gangguan aliran Saudi mereda dan peluang diplomasi meningkat.
Saudi menyatakan pipa East-West dapat kembali ke sekitar separuh kapasitas dalam beberapa hari, menurut The Wall Street Journal pada 21 September 2026. Namun, harga acuan yang turun belum otomatis menormalkan freight karena kapal masih terserap untuk perjalanan pendek dan transfer tambahan di Teluk Oman. Observasi harga terbaru tersedia di Sorot Angka.
Angka dalam konteks
| Label | Nilai dan satuan | Periode | Sumber |
|---|---|---|---|
| Freight VLCC Teluk-China | Lebih dari US$30 per barel | 21 September 2026 | LSEG melalui Reuters |
| Ekspor melalui Hormuz | Sekitar 6,5 juta barel per hari | September 2026 hingga 21 September | Kpler melalui Reuters |
| Brent dan WTI | US$101,70 dan US$98,11 per barel | 21 September 2026 pukul 13.37 WIB | The Wall Street Journal |
| Kurs tengah USD/IDR | Rp17.745 per US$ | 21 September 2026 | Perhitungan Sorot Energi dari kurs transaksi BI |
| ICP | US$89,43 per barel | Agustus 2026 | Sorot Angka, berdasarkan data resmi Ditjen Migas |
Apa yang dipantau berikutnya
Pasar akan menilai realisasi pemulihan pipa East-West Arab Saudi, volume tanker yang kembali melewati Hormuz, dan perubahan tarif VLCC setelah 21 September 2026. Di Indonesia, indikator berikutnya adalah kurs JISDOR, penetapan ICP September 2026, serta kebijakan pengadaan Pertamina apabila freight tinggi bertahan.
Sumber data
- Reuters, 21 September 2026 pukul 13.00 WIB, “Hormuz shuttles keep oil flowing, but at a high cost”, https://www.reuters.com/commentary/reuters-open-interest/hormuz-shuttles-keep-oil-flowing-high-cost-2026-09-21/
- Reuters, 11 September 2026, “Oil tanker rates hit record highs following Iran, US shipping attacks”, https://www.reuters.com/business/energy/oil-tanker-rates-hit-record-highs-following-iran-us-shipping-attacks-2026-09-11/
- The Wall Street Journal, 21 September 2026 pukul 13.37 WIB, “Oil Slides 2% With Focus on Saudi Flows, Diplomatic Efforts”, https://www.wsj.com/finance/commodities-futures/oil-declines-as-concerns-over-extended-supply-disruptions-ease-f7ff8ec9
- Bank Indonesia, 21 September 2026, “Kurs Transaksi Bank Indonesia”, https://www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs/transaksi-bi/default.aspx
- U.S. Energy Information Administration, 25 Agustus 2025, “Country Analysis Brief: Indonesia”, https://www.eia.gov/international/content/analysis/countries_long/Indonesia/Indonesia_2025.pdf
- Sorot Angka, 21 September 2026, “Harga Energi dan Data Pasar”, https://sorotenergi.com/sorot-angka/
