Petronas Searah–Ketapang mengebor sumur tambahan di Bukit Tua, lepas pantai Jawa Timur, dengan target gas setara sekitar 30% kapasitas puncak gas lapangan yang diumumkan pada 2015. Bila sasaran 15 juta kaki kubik standar per hari tercapai, volumenya secara ilustratif dapat menopang pembangkit gas efisien sekitar 90–100 megawatt. Itu estimasi pembanding energi, belum produksi aktual atau komitmen pasokan listrik.
Menurut Dunia Energi, 29 September 2026 pukul 07.43 WIB, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa sumur BTJTB-T7 (NZ3) mulai ditajak pada 28 September pukul 15.00 WIB dari anjungan BTJTB-B. Angka targetnya bukan hasil uji sumur.
Operatornya kini berada dalam kelompok Searah
Petronas Searah–Ketapang, nama yang digunakan dalam laporan operasi tersebut, merupakan entitas WK Ketapang di bawah Searah. Rilis resmi Eni menyatakan Searah, patungan 50:50 Eni–PETRONAS, resmi berdiri pada 8 Juni 2026. Ketapang termasuk portofolio Indonesia yang dialihkan ke Searah, yang menghimpun 14 aset Indonesia dan lima aset Malaysia; kanal resmi Searah juga menyebut Searah sebagai operator Ketapang pada sosialisasi pengeboran Bukit Tua September 2026.
Nama entitas kontrak PC Ketapang II Ltd. tetap muncul dalam rilis perpanjangan PSC. Saham 50:50 pada perusahaan patungan Searah berbeda dari participating interest masing-masing mitra di WK Ketapang. Perubahan grup pemilik tidak berarti seluruh kepentingan mitra WK menjadi 50:50.
Tiga angka, tiga tahap pembuktian
Sekitar 30% kapasitas puncak gas Bukit Tua yang diumumkan pada 2015. Target, bukan produksi.
Hitungan sejak tajak mengarah ke sekitar 1 Desember 2026. Tanggal pantau, bukan janji penjualan gas.
Sekitar Rp416 miliar dengan kurs acuan bertanggal. Anggaran kegiatan, bukan biaya akhir.
Target, durasi dan AFE: Energindo dan Dunia Energi, mengutip Djoko Siswanto. Perbandingan dan tanggal pantau dihitung redaksi.
Apa arti tambahan gas itu?
Rilis PETRONAS pada 25 Mei 2015 menyebut kapasitas puncak Bukit Tua 20.000 barel minyak per hari dan 50 juta kaki kubik standar gas per hari. Maka 15 ÷ 50 = 30%. Pembanding ini menunjukkan ukuran target sumur terhadap rancangan lapangan, bukan kenaikan 30% terhadap produksi sekarang. Kapasitas tersisa dan tambahan pasokan bersih belum diketahui.
Estimasi redaksi: dengan asumsi nilai kalor gas 1.000 Btu per kaki kubik dan kebutuhan energi pembangkit efisien 6.300–6.900 Btu per kilowatt-jam, 15 juta × 1.000 ÷ 24 ÷ kebutuhan energi tersebut menghasilkan sekitar 90–100 megawatt. Sebagai patokan, tabel teknologi pembangkit EIA menggunakan kebutuhan energi sekitar 6.370–6.431 Btu per kilowatt-jam untuk pembangkit siklus gabungan baru. Gas Bukit Tua belum diuji nilai kalornya dalam sumber ini; pembangkit yang kurang efisien menghasilkan daya lebih kecil. Ini bukan bukti gas BTJTB-T7 sudah dialokasikan ke pembangkit tertentu.
Anggarannya: ratusan miliar untuk satu sumur tambahan
AFE US$23,23 juta setara sekitar Rp416 miliar memakai JISDOR Bank Indonesia 25 September 2026, Rp17.917 per dolar, tanggal acuan yang tersedia saat pemeriksaan. Anggaran dibagi target 15 MMSCFD menghasilkan sekitar US$1,55 juta per MMSCFD target. Rasio ini memberi ukuran belanja terhadap sasaran aliran, bukan biaya produksi aktual atau ukuran keuntungan. Kurs berbeda mengubah nilai rupiahnya.
BTJTB-T7 merupakan sumur infill, yakni sumur tambahan di lapangan yang telah dikembangkan. Sasaran reservoirnya Kujung-1, menggunakan rig jack-up Sinoocean Peace. Lintasan horizontal direncanakan sepanjang 11.182 kaki dari lantai bor, sementara kedalaman vertikalnya 4.801 kaki: panjang lubang dan kedalaman ke bawah mengukur hal berbeda.
Mengapa masih mengebor setelah sebelas tahun?
Bukit Tua menghasilkan minyak pertama pada 17 Mei 2015. Dalam pengembangan berikutnya, PETRONAS mengumumkan first hydrocarbon Phase-2B pada April 2022 melalui sumur BTJTB-T2. Jadi sumur baru 2026 melanjutkan pengembangan lapangan lama, bukan penemuan lapangan baru.
Pada 14 Mei 2024, PETRONAS menandatangani perpanjangan PSC Ketapang selama 20 tahun hingga 2048, setelah persetujuan pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM pada Desember 2023. Dari 2026, horizon kontraknya masih sekitar 22 tahun. Pembacaan redaksi: kepastian waktu kontrak yang panjang menyediakan ruang bagi investasi tambahan, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan sumur ini menguntungkan. Riwayat kontrak, mitra, dan lapangan utama tersedia dalam profil WK Ketapang.
Gas harus melewati beberapa tahap lagi
Konteks fasilitas pada rilis 2015 adalah FPSO Ratu Nusantara, pipa bawah laut 110 kilometer, dan fasilitas penerima di Gresik. Pengaturan historisnya melibatkan Petrogas Jatim Utama sebagai pembeli gas untuk pembangkitan listrik. Itu belum memastikan pembeli atau volume kontrak khusus sumur baru.
Gearindo Prakarsa melaporkan pekerjaan penyambungan BTJTB-T7/NZ3 dimulai 10 September, dengan penghentian operasi terencana 15–23 September 2026. Lingkupnya meliputi perpipaan, katup, kelistrikan dan instrumentasi. Keterangan kontraktor ini memverifikasi konteks sambungan fasilitas, bukan keberhasilan pengeboran.
- Sekitar awal Desember: pantau laporan penyelesaian pengeboran, lalu hasil uji alir dan kemampuan mempertahankan laju gas.
- Sesudah uji: periksa kesiapan fasilitas dan laju tambahan bersih setelah memperhitungkan operasi lapangan.
- Saat penyaluran: verifikasi tanggal gas menuju Gresik, pembeli, serta tambahan pasokan yang benar-benar diterima. Jadwalnya belum terkonfirmasi.
Lihat agenda pantau Bukit Tua pada Kalender Energi, entri sumur Bukit Tua pada Sorot Tracker, dan profil Ketapang. Artikel ini menambahkan konteks kepemilikan, kapasitas, kontrak dan ukuran belanja pada berita operasi 29 September, bukan pengumuman produksi baru.
Sumber dan batas verifikasi
Dunia Energi dan Energindo mengutip narasumber yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto; keduanya bukan dua pengukuran produksi independen. Rangkaian angka operasi merujuk keterangan/laporan operasi harian SKK Migas yang disampaikan kepada media. Dokumen lengkapnya tidak tersedia publik dalam sumber yang diperiksa, sehingga redaksi belum dapat memeriksa laporan primer, uji alir, atau biaya aktual secara langsung.
Rilis Eni 8 Juni 2026 dan kanal resmi Searah digunakan untuk struktur korporasi; rilis PETRONAS 2015, 2022 dan 2024 untuk kapasitas historis, pengembangan dan kontrak; Gearindo untuk sambungan fasilitas; EIA untuk patokan pembangkit; BI untuk kurs bertanggal. Seluruh rujukan ditautkan pada klaim terkait. Pemeriksaan ulang: 1 Oktober 2026. Gambar merupakan ilustrasi AI teknisi dan fasilitas lepas pantai rekaan tanpa logo perusahaan, bukan dokumentasi pekerja, lokasi, atau rig proyek ini.



