MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Wamen Energi AS: PLTS 100 GWp Indonesia Hanya Setara 15 GW Efektif

Wamen Energi AS menyebut PLTS 100 GWp setara 15 GW efektif, sejalan dengan faktor kapasitas rata-rata Indonesia 15,4 persen.

Oleh Redaksi Sorot Energi···4 menit baca
Tiga profesional energi berhelm putih meninjau deretan panel surya, fasilitas baterai, dan menara transmisi saat matahari terbenam.
Visual editorial Sorot Energi untuk berita target PLTS 100 GWp.

Wakil Menteri Energi Amerika Serikat James P. Danly pada 14 September 2026 menyebut target Pembangkit Listrik Tenaga Surya Indonesia sebesar 100 gigawatt peak atau GWp hanya setara sekitar 15 gigawatt daya efektif. Perkiraan itu mendekati hasil perhitungan dengan faktor kapasitas rata-rata PLTS Indonesia sebesar 15,4 persen, tetapi tidak berarti kapasitas terpasang pemerintah dipangkas.

Angka 15 GW sesuai dengan faktor kapasitas PLTS Indonesia

Dalam taklimat media daring 14 September 2026, Danly meminta Indonesia menyiapkan pembangkit yang andal ketika tenaga surya tidak tersedia. ANTARA News Jawa Timur melaporkan pernyataan itu pukul 16.40 WIB.

Studi David F. Silalahi dan tim yang diterbitkan jurnal Energies pada 31 Agustus 2021 memperkirakan faktor kapasitas rata-rata PLTS Indonesia sebesar 15,4 persen.

Dengan angka rata-rata itu, kapasitas 100 GWp menghasilkan energi tahunan setara keluaran rata-rata sekitar 15,4 GW. Hasil hitung Sorot Energi tersebut dekat dengan estimasi Danly sebesar 15 GW. Ini merupakan konversi kapasitas puncak ke keluaran rata-rata, bukan pengurangan target pemerintah atau jaminan daya setiap saat.

Hasil proyek dapat berbeda menurut lokasi, desain, kehilangan sistem, pembatasan produksi, dan kondisi jaringan. Baterai, transmisi, serta pembangkit fleksibel tetap diperlukan untuk menjaga pasokan.

Jaringan dan penyimpanan menentukan manfaat 100 GWp

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, pada 25 Agustus 2026 dengan target pembangunan tiga tahun. Sekretariat Kabinet mencatat kapasitas seluruh pembangkit Indonesia sekitar 88 GW pada tanggal peluncuran. Tahap pertama program ditetapkan 17 GWp, sedangkan 14 proyek berkapasitas gabungan 5.216 megawatt peak atau MWp berada dalam berbagai tahap pembangunan, peresmian, dan persiapan tender.

Skala itu lebih besar daripada rencana tenaga surya dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL PLN 2025 sampai 2034. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 27 Mei 2025 mencatat RUPTL merencanakan tambahan kapasitas 69,5 GW hingga 2034. Porsinya meliputi 42,6 GW energi baru dan terbarukan, termasuk 17,1 GW tenaga surya, serta 10,3 GW sistem penyimpanan energi.

Rilis ESDM tersebut hanya memakai istilah sistem penyimpanan energi. Rincian teknologinya terdapat dalam FAQ RUPTL PLN 2025 sampai 2034 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan pada 25 Juni 2025. Dokumen itu menjelaskan bahwa penyimpanan mencakup baterai dan pembangkit listrik tenaga air terpompa atau pumped storage, tanpa menyatakan seluruh 10,3 GW dikhususkan bagi program PLTS 100 GWp.

Pernyataan teknis Danly disertai tawaran energi AS

Pembaca juga perlu menempatkan komentar Danly dalam konteks dagang. Dalam laporan lanjutan yang terbit 14 September 2026 pukul 19.38 WIB, ANTARA menyebut AS ingin memperluas ekspor minyak, gas alam cair, dan teknologi energi ke Asia. Danly juga menawarkan teknologi pembangkit nuklir sipil untuk negara yang mencari pasokan rendah emisi dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan.

Artinya, perhitungan faktor kapasitas Danly dapat diuji secara teknis, tetapi solusi yang ia tawarkan juga membawa kepentingan pemasok AS. Bagi PLN, ukuran keberhasilan program bukan hanya jumlah panel yang terpasang. Program harus menunjukkan produksi tahunan, kemampuan sistem melewati beban puncak, kapasitas penyimpanan, kebutuhan jaringan, biaya pengadaan, dan penurunan konsumsi bahan bakar.

Landasan pelaksanaannya belum selesai. Pemerintah menyatakan pada 8 September 2026 bahwa rancangan peraturan presiden untuk percepatan PLTS 100 GWp masih dibahas antarkementerian dan lembaga. Status proyek dapat diikuti melalui Sorot Tracker, kanal Energi Terbarukan & Transisi, serta laporan tentang PLTS berbaterai di Maluku.

Angka dalam konteks

Label Nilai dan satuan Periode Sumber
Target PLTS nasional 100 GWp Target tiga tahun sejak 25 Agustus 2026 Sekretariat Kabinet RI
Estimasi Danly Sekitar 15 GW Pernyataan 14 September 2026 James P. Danly melalui ANTARA
Faktor kapasitas rata-rata 15,4 persen Studi terbit 31 Agustus 2021 Silalahi dan tim, Energies
Keluaran rata-rata ekuivalen Sekitar 15,4 GW Perhitungan atas target 100 GWp Sorot Energi berdasarkan Silalahi dan tim
Penyimpanan dalam RUPTL 10,3 GW Rencana 2025 sampai 2034 Kementerian ESDM

Apa yang dipantau berikutnya

Keputusan terdekat yang perlu dipantau adalah penerbitan peraturan presiden untuk percepatan PLTS 100 GWp, yang masih dibahas antarkementerian dan lembaga per 8 September 2026. Setelah itu, dokumen pelaksanaan tahap pertama 17 GWp perlu menjelaskan lokasi, jadwal tender, kapasitas penyimpanan, kebutuhan transmisi, skema pengadaan, dan sumber pembiayaan.

Sumber data

  1. ANTARA News Jawa Timur, 14 September 2026 pukul 16.40 WIB, “Wamen Energi AS soroti target PLTS 100 GWp Indonesia”, https://jatim.antaranews.com/berita/1098589/wamen-energi-as-soroti-target-plts-100-gwp-indonesia
  2. ANTARA News, 14 September 2026 pukul 19.38 WIB, “AS siap memperluas ekspor energi dan teknologi ke Asia”, https://www.antaranews.com/berita/5740605/as-siap-memperluas-ekspor-energi-dan-teknologi-ke-asia
  3. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 25 Agustus 2026, “Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Targetkan Pembangunan dalam Tiga Tahun”, https://setkab.go.id/presiden-prabowo-luncurkan-program-plts-100-gwp-targetkan-pembangunan-dalam-tiga-tahun/
  4. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 27 Mei 2025, “Dongkrak Energi Bersih, Menteri ESDM Tekankan Pentingnya Komitmen Laksanakan RUPTL”, https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/dongkrak-energi-bersih-menteri-esdm-tekankan-pentingnya-komitmen-laksanakan-ruptl
  5. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, 25 Juni 2025, “FAQ RUPTL PLN 2025–2034”, https://gatrik.esdm.go.id/download-index/frequently-asked-question
  6. David F. Silalahi dan tim, 31 Agustus 2021, “Indonesia’s Vast Solar Energy Potential”, https://www.mdpi.com/1996-1073/14/17/5424
  7. ANTARA News, 8 September 2026 pukul 15.50 WIB, “Pemerintah: Regulasi percepatan PLTS 100 GWp masih dibahas antar-K/L”, https://www.antaranews.com/berita/5731383/pemerintah-regulasi-percepatan-plts-100-gwp-masih-dibahas-antar-k-l
Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.