
Foto arsip kunjungan Komisi VI DPR RI di fasilitas PHR, Minas, Riau, 18 Juni 2026; bukan dokumentasi sumur Pudu. Foto: Parlementaria DPR RI/Hal-Andri.
Sumur pengembangan Pudu 00025 di Blok Rokan, Riau, mencatat produksi minyak awal 1.038 barel per hari, sekitar 8,3 kali target 125 barel per hari. Hasil itu disertai estimasi biaya lapangan yang mencapai sekitar 115% anggaran, atau 15% di atasnya.
Bisnis pada 27 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB melaporkan keterangan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengenai sumur yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut. Sumur mulai diproduksikan atau put on production pada 23 Oktober, bukan pada tanggal publikasi berita.
Angka awal yang melampaui sasaran
Selisih produksi awal terhadap target mencapai 913 barel minyak per hari. Ini setara 830,4% dari target, atau 730,4% di atas target. Angka tersebut menggambarkan hasil awal satu sumur, bukan tambahan bersih produksi nasional maupun jaminan laju produksi setiap hari berikutnya.
| Ukuran | Angka yang dilaporkan |
|---|---|
| Target minyak | 125 barel per hari |
| Produksi minyak awal | 1.038 barel per hari |
| Perbandingan hasil terhadap target | 8,3 kali |
| Estimasi biaya lapangan | US$1.762.935; sekitar 115% anggaran |
Diangkat dengan pompa, bukan aliran alami
Petroenergy pada 26 Oktober, juga mengutip Djoko, menyebut produksi dibantu electric submersible pump atau ESP, dengan water cut 0,21%. Artinya, hasil Pudu tidak tepat disebut produksi dengan aliran alami tanpa bantuan pompa.
Menurut glosarium SLB, ESP merupakan pompa listrik yang ditempatkan di dalam sumur untuk membantu mengangkat fluida ke permukaan. Sementara water cut adalah bagian air dalam total cairan yang diproduksikan. Pada angka 0,21%, porsinya setara sekitar 2,1 liter air per 1.000 liter cairan. Angka itu tidak menunjukkan kandungan air seluruh lapangan.
PHR operator, PDSI penyedia rig
Pengeboran dimulai pada 24 Agustus dengan Rig PDSI 54.2, menyasar lapisan Menggala dan Pematang. Sumurnya berarah dengan panjang lintasan 6.023 kaki measured depth, sekitar 1.836 meter sepanjang lubang sumur. Ukuran lintasan ini berbeda dari kedalaman vertikal.
Laporan menyebut keseluruhan tahap pemindahan rig, pengeboran dan penyelesaian awal berlangsung 32 hari. Peran PDSI sebagai penyedia rig perlu dibedakan dari PHR sebagai operator yang mengelola operasi wilayah kerja.
Produksi tinggi tetap perlu dibaca bersama biaya
Estimasi US$1,76 juta tersebut masih merupakan field estimate, bukan realisasi biaya akhir yang telah diaudit. Hasil minyak yang melampaui target tidak otomatis membuktikan keekonomian akhir proyek: laju produksi berkelanjutan, penurunan alamiah sumur, biaya operasi dan harga jual tetap menentukan.
Sebagai konteks historis, DPR pada Juni 2026 mencatat pengeboran PHR meningkat dari 413 sumur pada 2022 menjadi 558 pada 2025. Pudu menunjukkan satu hasil dalam kegiatan pengembangan Rokan; keberhasilannya belum dapat mewakili kinerja semua sumur.
Lihat profil Wilayah Kerja Rokan dan perkembangan Pudu 00025 di Sorot Tracker.
Sumber dan catatan angka
- Bisnis, 27 Oktober 2026: laporan terbaru; produksi awal, target, operator, pengeboran dan estimasi biaya.
- Petroenergy, 26 Oktober 2026: laporan lebih awal dari keterangan SKK Migas; ESP dan water cut. Kedua media merujuk keterangan pejabat yang sama, bukan dua pengujian sumur terpisah.
- Parlementaria DPR RI, 19 Juni 2026: konteks historis kegiatan PHR dan foto kunjungan 18 Juni.
- SLB: ESP dan water cut: definisi teknis, bukan verifikasi hasil Pudu.
Perhitungan redaksi: 1.038 ÷ 125 = 8,304; (8,304 − 1) × 100% = 730,4%. Estimasi 115% anggaran berarti sekitar 15% di atas anggaran. Konversi panjang: 6.023 × 0,3048 = 1.835,81 meter. Produksi awal belum disertai deret produksi harian lanjutan dalam laporan yang dirujuk.