Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi bersama PLN meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pulau Tiga di Maluku Tengah pada 14 September 2026. Kunjungan itu mengevaluasi PLTS 75 kilowatt peak atau kWp yang telah mendukung listrik 24 jam sejak 2024 dan akan dijadikan model sistem energi bagi pulau terpencil.
Kunjungan 2026 menilai sistem yang beroperasi sejak 2024
PLTS tersebut berada di Nusa Ela, Pulau Tiga, Kabupaten Maluku Tengah. Laporan ANTARA pada 14 September 2026 menyebut lokasi itu berada di Negeri Asilulu, sedangkan laman proyek resmi NZMATES mencatat Pulau Tiga sebagai bagian dari Desa Ureng. Eniya melakukan peninjauan bersama General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Dony Noor Gustiarsyah, Kepala Dinas ESDM Maluku Abdul Haris Anwar, serta Programme Lead New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support atau NZMATES Grant Deeney.
Peninjauan itu bukan peresmian pembangkit baru. Laporan ANTARA pukul 14.21 WIB pada 14 September 2026 menyebut layanan listrik 24 jam telah berjalan sejak 2024. Laman resmi NZMATES mencatat sistem awal berkapasitas 75 kWp dipasang pada 2012, lalu berhenti beroperasi setelah mencapai akhir umur pakai pada April 2017.
NZMATES dan PLN melakukan penilaian teknis serta sosial ekonomi pada 2019. Revitalisasi kemudian dijadwalkan memasuki tahap pelaksanaan pada 2023. Laman proyek NZMATES menyebut pekerjaan itu dibiayai Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, serta mencakup perbaikan pembangkit, pendampingan masyarakat, penguatan kemampuan teknis, dan rencana pemeliharaan.
PLTS 75 kWp diproyeksikan menjadi model pulau terpencil
PLN mencatat PLTS berbaterai itu melayani 66 pelanggan atau sekitar 120 warga, dengan beban puncak sekitar 9 kilowatt per 14 September 2026. Daya beban puncak tersebut setara 12 persen dari kapasitas panel 75 kWp. Perbandingan ini bukan faktor kapasitas pembangkit karena kWp mengukur daya puncak panel, sedangkan kilowatt mengukur permintaan pada satu waktu.
Energi surya menjadi sumber utama, sementara pembangkit diesel tersedia sebagai cadangan ketika produksi panel menurun. Keandalan sistem tetap bergantung pada produksi energi harian, kapasitas baterai, kondisi inverter, cuaca, dan pemeliharaan. Kapasitas baterai, produksi tahunan, biaya revitalisasi, serta konsumsi solar belum diumumkan dalam laporan 14 September 2026.
Terdapat perbedaan data mengenai layanan sebelum revitalisasi. Laporan kunjungan ANTARA dan laman resmi NZMATES menyebut diesel beroperasi 12 jam per hari, sedangkan laporan ANTARA lain pada 14 September 2026 menyebut sekitar 6 jam per hari. Dokumen operasi PLN yang menjelaskan periode pengukuran kedua angka itu belum tersedia.
Eniya menyatakan konsep PLTS berbaterai dengan diesel cadangan dapat menjadi model untuk pulau terpencil dalam program 100 GW PLTS. Pernyataan itu masih berupa arah pengembangan, bukan penetapan kapasitas atau jadwal proyek baru. Perkembangan proyek dapat dipantau melalui Sorot Tracker dan kanal Ketenagalistrikan Sorot Energi.
Biaya diesel membuka persoalan subsidi listrik
Eniya menyebut biaya pembangkitan diesel di sejumlah wilayah dapat mencapai US$0,30 per kilowatt-hour. Dalam laporan ANTARA 14 September 2026, ia juga membandingkan biaya produksi sekitar Rp5.000 per kilowatt-hour dengan tarif rumah tangga sekitar Rp700 sampai Rp900 per kilowatt-hour.
Berdasarkan angka tersebut, terdapat selisih sekitar Rp4.100 sampai Rp4.300 per kilowatt-hour antara biaya produksi dan tarif pelanggan. Selisih itu setara 82 persen sampai 86 persen dari biaya produksi. Perhitungan Sorot Energi ini hanya menggambarkan perbandingan yang disampaikan Eniya, bukan nilai subsidi khusus Pulau Tiga karena volume penjualan listrik dan struktur biaya setempat belum dipublikasikan.
PLTS dapat menekan jam operasi diesel dan kebutuhan pengiriman bahan bakar ke pulau, tetapi manfaat fiskalnya baru dapat dihitung setelah tersedia data produksi surya, pelepasan energi baterai, konsumsi solar, dan gangguan sistem. Selain Nusa Ela di Pulau Tiga, Pemerintah Provinsi Maluku menyebut enam lokasi yang telah ditangani atau disurvei, yaitu Erersin, Bomaki, Tutukembong, Lelingluan, Watmasa, dan Adaut.
Angka dalam konteks
| Label | Nilai dan satuan | Periode | Sumber |
|---|---|---|---|
| Kapasitas PLTS | 75 kWp | Per 14 September 2026 | PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui ANTARA |
| Layanan listrik | 24 jam per hari | Sejak revitalisasi, dikonfirmasi 14 September 2026 | PLN dan ESDM melalui ANTARA |
| Penerima layanan | 66 pelanggan, sekitar 120 jiwa | Per 14 September 2026 | PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui ANTARA |
| Beban puncak | Sekitar 9 kW | Per 14 September 2026 | PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui ANTARA |
| Biaya pembangkitan diesel | Hingga US$0,30 per kWh, sekitar Rp5.000 per kWh | Pernyataan 14 September 2026 | Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi melalui ANTARA |
Apa yang dipantau berikutnya
Data operasi berikutnya yang menentukan keberhasilan proyek adalah produksi listrik bulanan, kondisi baterai, jam nyala diesel, konsumsi solar, dan frekuensi gangguan. Jadwal serta pendanaan penerapan model yang sama pada enam lokasi lain di Maluku juga belum diumumkan.
Sumber data
- ANTARA News Ambon, 14 September 2026 pukul 16.24 WIB, “PLN-Dirjen EBTKE tinjau PLTS Pulau Tiga perkuat listrik 24 Jam berbasis energi bersih”, https://ambon.antaranews.com/berita/343483/pln-dirjen-ebtke-tinjau-plts-pulau-tiga-perkuat-listrik-24-jam-berbasis-energi-bersih
- ANTARA News Ambon, 14 September 2026 pukul 14.21 WIB, “Kementerian ESDM perkuat NZMATES untuk energi terbarukan di Maluku”, https://ambon.antaranews.com/berita/343464/kementerian-esdm-perkuat-nzmates-untuk-energi-terbarukan-di-maluku
- ANTARA News Ambon, 14 September 2026 pukul 11.23 WIB, “Pemprov Maluku-Selandia Baru perkuat kemitraan program listrik desa”, https://ambon.antaranews.com/berita/343447/pemprov-maluku-selandia-baru-perkuat-kemitraan-program-listrik-desa
- NZMATES, tanggal terbit tidak dicantumkan, diakses 14 September 2026, “Project Pipeline”, https://nzmates.org/project-pipeline


