MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

PLTS Kepri Bidik 60 Ribu Pekerjaan, Masih Proyeksi

Pengembang PLTS Vanda di Kepri sebut investasi US$4,5 miliar dan 60.000 pekerjaan. Angkanya masih proyeksi; cek kapasitas, izin, dan tiga nilai investasinya.

Oleh Redaksi Sorot Energi···5 menit baca
Ilustrasi konseptual panel surya dan baterai penyimpanan energi di pulau tropis saat matahari terbenam
Ilustrasi konseptual PLTS dan baterai di kawasan kepulauan. Bukan dokumentasi lokasi Proyek Vanda. Ilustrasi: Sorot Energi / AI.

Rencana PLTS dan baterai di Kepulauan Riau kembali menarik perhatian. Pengembangnya kini menyebut potensi investasi hingga US$4,5 miliar dan 60.000 pekerjaan. Tetapi angka itu masih berupa perkiraan, dan nilai investasinya berbeda dari dua angka yang lebih dulu muncul ke publik.

Pernyataan terbaru disampaikan Enda Ginting, Country Manager Gurīn Energy untuk Indonesia, di Kabupaten Tangerang pada Rabu, 23 September 2026. Menurut Enda, pekerjaan yang dimaksud tersebar di rantai pasok berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Itu bukan angka lowongan langsung di lokasi pembangkit.

Tiga angka investasi yang perlu dibedakan

Jejak publik proyek Vanda Solar & Battery memperlihatkan perubahan skala angka yang disebut dalam konteks berbeda:

Angka investasi proyek Vanda yang pernah disampaikan ke publik
Waktu Nilai Asal angka dan status
26 Januari 2026 Rp36 triliun Nilai kerja sama investasi dalam pemberitaan penandatanganan MoU PT Vanda Energy Indonesia dengan Pemkab Karimun. MoU bukan realisasi investasi.
Profil proyek Gurīn Energy US$3 miliar Perkiraan investasi yang masih tercantum pada profil proyek pengembang ketika artikel ini disusun.
23 September 2026 Hingga US$4,5 miliar Proyeksi investasi asing langsung yang disampaikan Enda kepada media dan diberitakan ANTARA.

Ketiganya bukan bukti uang sebanyak itu sudah masuk. Nilainya berbeda waktu, mata uang, dan kemungkinan cakupan. Sorot Energi belum menemukan penjelasan resmi yang mempertemukan ketiga perhitungan tersebut. PT Vanda Energy Indonesia dan Pemkab Karimun menandatangani MoU pada 26 Januari 2026, tetapi kesepakatan awal tidak sama dengan keputusan investasi final atau selesainya perizinan.

Enda juga memperkirakan proyek dapat menghasilkan nilai tambah hingga US$10 miliar selama pengembangan dan konstruksi serta penerimaan pajak US$1,76 miliar. Keduanya adalah proyeksi yang disampaikan pengembang, bukan realisasi atau hasil audit independen. Mungkin perkiraan US$4,5 miliar memasukkan lingkup rantai pasok yang lebih luas daripada angka lama US$3 miliar, tetapi perbedaan itu belum dapat dipastikan tanpa rincian biaya dan definisi investasi dari perusahaan.

Seberapa besar proyeknya?

Pembangkit direncanakan berada di Pulau Sugi Besar, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun. Ini kawasan kepulauan di Provinsi Kepulauan Riau yang menghadap jalur laut ke Singapura. Nama kecamatan yang digunakan BPS saat ini adalah Sugie Besar; sejumlah rujukan lama masih menyebut wilayah Moro.

Rancangan kapasitas dan ukurannya
Komponen Rencana Artinya bagi pembaca
Panel surya 2 GWp Kapasitas puncak terpasang, sekitar 3,1 juta modul menurut profil pengembang; bukan keluaran listrik konstan siang dan malam.
Penyimpanan baterai 4,4 GWh Secara hitungan sederhana setara sekitar 14,7 jam pasokan 300 MW, sebelum rugi energi, batas pemakaian baterai, dan kebutuhan operasional diperhitungkan.
Ekspor listrik stabil 300 MW Sekitar 5% dari sasaran impor listrik rendah karbon Singapura sebesar 6 GW pada 2035; berbeda dari kapasitas puncak PLTS 2 GWp.
Area proyek 2.600 hektare Setara kira-kira 3.600 lapangan sepak bola berukuran 105 × 68 meter. Ini luas tapak menurut pengembang, bukan luas lahan yang sudah terbangun.

Hitungan 4,4 GWh ÷ 300 MW = sekitar 14,7 jam membantu membayangkan peran baterai pada malam hari. Namun, itu batas aritmetika dari kapasitas nominal, bukan jaminan pembangkit dapat memasok 300 MW selama 14,7 jam setiap malam. Kondisi baterai, kebutuhan cadangan, efisiensi, dan pola pengisian menentukan durasi sebenarnya.

Kesepakatan pasokan masih perlu dilanjutkan

Vanda RE telah mengumumkan kerangka pasokan hingga 1 GW modul surya bersama LONGi dan hingga 2,2 GWh sistem baterai bersama CATL. Masing-masing setara sekitar separuh kapasitas rencana PLTS 2 GWp dan baterai 4,4 GWh. Namun, ada juga kerangka pasokan modul 1,2 GW bersama Trinasolar yang diumumkan pada 2024. Karena perusahaan belum menjelaskan pembagian final antara pemasok, kapasitas LONGi dan Trinasolar tidak boleh langsung dijumlahkan sebagai pesanan pasti. Dokumen kerangka juga belum membuktikan perangkat telah dibeli, diproduksi, atau terpasang.

CATL menyatakan sebagian sistem baterai untuk proyek ini direncanakan diproduksi di Karawang, Jawa Barat. Di sisi listrik lintas negara, pengembang menyebut Vanda RE tergabung dalam konsorsium Green Corridor Indonesia yang merencanakan jalur transmisi Indonesia–Singapura. Jalur tersebut juga perlu dituntaskan agar listrik dari Sugi dapat sampai ke pembeli.

Izin dan keputusan apa yang masih ditunggu?

Empat hal untuk memantau kemajuan proyek
Tahap Apa yang perlu dikonfirmasi
Indonesia Izin usaha penyediaan tenaga listrik dan izin penjualan listrik lintas negara dari pemerintah/ESDM, beserta syarat kebutuhan listrik setempat dan wilayah sekitar.
Singapura Pemenuhan persyaratan conditional licence EMA hingga izin importir listrik final diterbitkan.
Pendanaan Keputusan investasi final, pendanaan, dan jadwal konstruksi yang terikat.
Penjualan dan jaringan Kontrak jual beli listrik dengan pembeli serta kesiapan jalur kabel bawah laut dan interkoneksi.

EMA telah memberikan conditional licence untuk impor 0,3 GW melalui Vanda RE pada September 2024. Itu kemajuan proyek, tetapi izin bersyarat tersebut belum sama dengan lisensi akhir untuk memulai operasi. Di Indonesia, UU Ketenagalistrikan No. 30 Tahun 2009 melalui Pasal 37 mensyaratkan izin pemerintah bagi pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk jual beli lintas negara. Pasal 40 menetapkan syarat penjualan, termasuk terpenuhinya kebutuhan listrik setempat dan wilayah sekitar, harga tanpa subsidi, serta keandalan pasokan. Sorot Energi belum memperoleh konfirmasi publik bahwa seluruh izin untuk proyek Vanda sudah terbit.

60.000 pekerjaan itu berada di mana?

Angka 60.000 merujuk pada potensi pekerjaan sepanjang rantai pasok di berbagai wilayah, menurut pengembang. Pembaca perlu membedakan pekerja konstruksi di Sugi, pekerjaan tetap setelah pembangkit beroperasi, dan pekerjaan tidak langsung di pabrik modul, baterai, logistik, serta jasa pendukung.

Belum ada rincian publik yang dapat kami verifikasi untuk tiga pertanyaan ini: berapa pekerjaan langsung di Sugi selama konstruksi, berapa yang bertahan ketika pembangkit beroperasi, dan berapa yang benar-benar tercipta di fasilitas pemasok seperti Karawang? Tanpa pembagian itu, angka 60.000 belum dapat dibaca sebagai jumlah pekerja yang akan direkrut di Karimun.

Target operasi 2028 yang tertera di profil pengembang masih bergantung pada izin, keputusan investasi, kontrak, dan interkoneksi. Perkembangannya bisa dipantau melalui Sorot Tracker dan Kalender Energi. Untuk memahami perbedaan kapasitas PLTS dan listrik yang benar-benar dihasilkan, baca juga penjelasan Sorot Energi tentang GWp dan daya efektif.

Sumber pemeriksaan

Gambar unggulan adalah ilustrasi konseptual buatan Sorot Energi, bukan dokumentasi lokasi proyek Vanda.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.