Pertamax RON 92 kemungkinan kembali ditahan pada Oktober 2026, meski empat BBM nonsubsidi lain berpotensi naik. Ini perkiraan Yayan Satyakti, peneliti sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, yang disampaikan kepada ANTARA dalam laporan 26 September 2026. Menurut hitungannya, harga keekonomian Pertamax sekitar Rp18.350 per liter, sementara harga jual September di Jakarta sekitar Rp15.950 per liter. Selisih Rp2.400 per liter itu juga perkiraan, bukan kompensasi yang telah diumumkan.
Untuk Oktober, Yayan memproyeksikan Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo naik sekitar 9–11%; Dexlite dan Pertamina Dex sekitar 5–6%. Harga tiap produk pada 1 Oktober belum ditetapkan dalam laporan tersebut. Jadi judul “BBM nonsubsidi naik 5–11%” tidak boleh dibaca sebagai kepastian bahwa Pertamax ikut naik.
Tiga angka, tiga arti
Perubahan MOPS bensin dalam perbandingan Yayan; bukan persentase kenaikan harga pompa.
Masing-masing untuk dua bensin dan dua diesel nonsubsidi dalam tabel; Pertamax RON 92 justru diperkirakan ditahan.
Cek 30 September malam hingga 1 Oktober pagi di kanal operator; waktu pengumuman belum pasti.
Estimasi per produk, bukan satu angka untuk semua
Angka berikut adalah harga September yang dibandingkan Yayan dengan proyeksi Oktober, semuanya rupiah per liter. Harga SPBU bisa berbeda antarwilayah karena pajak daerah dan ketentuan operator. Pertamax RON 92 ditampilkan terpisah karena Yayan justru memperkirakan harga jualnya ditahan.
Sumber harga dan proyeksi: Yayan Satyakti dalam ANTARA, 26 September 2026. Selisih rupiah dan persentase dihitung ulang Sorot Energi; pembulatan satu desimal. Ini bukan daftar harga resmi Oktober.
Seberapa terasa saat mengisi tangki?
4 × perkiraan kenaikan Rp2.050 per liter.
40 × perkiraan kenaikan Rp1.850 per liter.
40 × perkiraan kenaikan Rp1.300 per liter.
Simulasi Sorot Energi memakai volume dan selisih harga proyeksi Yayan. Angka hanya berlaku jika seluruh harga proyeksi itu benar-benar ditetapkan; bukan biaya tambahan yang sudah berlaku.
Kenapa patokan bensin naik lebih cepat?
Yayan menyebut rata-rata MOPS bensin olahan naik dari US$111,4 menjadi US$126,7 per barel antara jendela perhitungan September dan Oktober, selisih US$15,3 atau sekitar 13,7%. Ia memakai rentang pasar 25 Agustus–25 September untuk proyeksi Oktober. Pada saat yang sama, rupiah dalam perbandingannya menguat dari Rp17.892 menjadi Rp17.630 per US$1, atau sekitar 1,5%; penguatan rupiah meredam sebagian kenaikan harga dolar. Kurs tersebut adalah angka yang dikutip dalam perhitungan peneliti, bukan kurs transaksi setiap hari di SPBU.
Perbandingan MOPS tadi berlaku untuk bensin. Dexlite dan Pertamina Dex adalah diesel, sehingga proyeksi kenaikannya tidak dapat diuji memakai seri MOPS bensin. Dalam sumber yang diperiksa, rincian angka MOPS diesel untuk dua jendela tersebut belum tersedia; mengatakan MOPS diesel pasti naik lebih kecil akan melampaui bukti yang ada. Persentase diesel 5,5–5,6% berasal dari hasil estimasi Yayan per produk.
Dua bensin itu sama-sama diperkirakan naik sekitar Rp1.850–Rp2.050 per liter, tetapi persentasenya berbeda karena harga awal Green 95 dan Turbo berbeda. Kepmen ESDM 245.K/MG.01/MEM.M/2022 adalah perubahan atas Kepmen 62.K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar BBM umum. Kerangka harga melibatkan acuan harga produk olahan, biaya perolehan dan distribusi, penyimpanan, margin, lalu komponen pajak; Ditjen Migas menjelaskan harga eceran BBM umum ditetapkan operator dalam kerangka aturan. Mengalikan perubahan MOPS dengan kurs saja tidak otomatis menghasilkan harga pompa.
Jika naik lagi, ini bulan kedua bagi beberapa produk
Pertamina Dex sudah naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter pada 1 September 2026, kenaikan Rp4.050 atau sekitar 19,1% menurut laporan ANTARA tentang penyesuaian September. Pertamax Green 95 menyusul pada 2 September dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter menurut keterangan Pertamina Patra Niaga yang dimuat detikFinance. Bila estimasi Oktober terwujud, produk yang bersangkutan naik dua bulan berturut-turut. Itu belum berarti harga semua BBM naik dua bulan berturut-turut.
Yang perlu dicek pada 30 September dan 1 Oktober
- Harga resmi tiap produk dari Pertamina, beserta provinsi dan tanggal berlakunya. Pengumuman lazimnya mendekati pergantian bulan, tetapi waktu pastinya belum ditetapkan.
- Apakah Pertamax RON 92 benar ditahan. Bila ya, berapa selisih dengan biaya menurut operator dan siapa yang menanggungnya? Jangan menyebutnya kompensasi pemerintah tanpa penjelasan resmi.
- Harga Shell, BP-AKR, dan Vivo sebagai pembanding pasar; masing-masing operator dapat memakai komposisi biaya dan keputusan harga berbeda.
- Data MOPS diesel, kurs, dan komponen perhitungan yang dipakai operator agar proyeksi bensin dan diesel dapat diuji secara sepadan.
Indikator pasar dapat diikuti di Sorot Angka dan tanggal pengumuman di Kalender Energi. Keduanya memberi konteks, sedangkan harga yang berlaku tetap harus diperiksa pada kanal resmi masing-masing operator.
Sumber dan metode
- ANTARA, 26 September 2026: wawancara Yayan, afiliasi, harga keekonomian Pertamax, proyeksi per produk dan angka MOPS bensin.
- JDIH Kementerian ESDM, Kepmen 245.K/MG.01/MEM.M/2022 dan Ditjen Migas: kerangka hukum dan komponen harga BBM umum.
- ANTARA, 1 September 2026 dan detikFinance mengutip Pertamina Patra Niaga, 1 September 2026: perubahan harga bulan sebelumnya.
- U.S. EIA: satu barel adalah 42 galon AS, sekitar 159 liter; digunakan hanya untuk uji hitung kasar.
Persentase, selisih harga, dan simulasi tangki dihitung Sorot Energi dari angka narasumber. Contoh pajak pada uji hitung bukan verifikasi harga resmi. Gambar: ilustrasi AI petugas dan SPBU rekaan, bukan foto petugas atau lokasi tertentu.


