
Jefferson Kuesar dalam Media Gathering SUN di Jakarta, 15 Oktober 2026. Foto: Suara.com.
SUN menyiapkan proyek tenaga surya lebih dari 40 MWp di Indonesia, sambil memperluas layanan ke baterai, pengelolaan energi dan kendaraan listrik industri. Proyek surya tersebut masih dikembangkan, belum berarti seluruh kapasitasnya sudah menghasilkan listrik.
Director of Power SUN Jefferson Kuesar menyampaikan rencana itu pada 15 Oktober 2026. ANTARA melaporkannya pada malam hari yang sama. Perusahaan juga ingin memperbesar perannya sebagai produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP).
Tiga angka yang perlu dibaca berbeda
| Angka | Cakupan | Status |
|---|---|---|
| Lebih dari 40 MWp | Rencana proyek surya di sejumlah wilayah Indonesia. | Masih dalam pengembangan. |
| Lebih dari 500 MW, melalui lebih dari 400 proyek | Pengembangan portofolio sejak 2016; mencakup Indonesia, Australia, Vietnam dan Thailand. | Angka yang disampaikan perusahaan; bukan tambahan baru khusus Indonesia. |
| 100 GWp | Program PLTS pemerintah Indonesia. | Target program nasional, bukan kapasitas milik SUN. |
MWp menunjukkan kapasitas puncak panel surya, bukan daya yang dijamin tersedia sepanjang hari. Angka portofolio 500 MW dilaporkan dengan satuan berbeda, sehingga tidak langsung dijumlahkan atau dibandingkan sebagai persentase dengan proyek 40 MWp.
Lokasi terperinci, nilai investasi dan tanggal operasi proyek lebih dari 40 MWp belum dirinci dalam laporan 15 Oktober. Pengumuman tahap pengembangan juga belum membuktikan seluruh pembiayaan atau kontrak jual beli listriknya sudah selesai.
Dari listrik pabrik ke kendaraan operasional
Integrasi ini bukan arah yang baru muncul pada Oktober. Dalam rilis SUN pada 13 Februari 2026, perusahaan sudah menawarkan PLTS atap, penyimpanan energi, pengelolaan konsumsi dan elektrifikasi kendaraan untuk kawasan industri.
Rilis tersebut membagi perannya: SUN Energy menangani PLTS untuk industri dan komersial, SUN Mobility menangani armada serta pengisian kendaraan, sedangkan SUN Terra menangani penyimpanan dan optimalisasi energi. Perusahaan menyebut penerapan PLTS di KIIC, GIIC dan Jababeka, dengan lebih dari 20 lokasi proyek.
Jababeka menjadi salah satu contoh yang disebut saat itu, dengan pengembangan PLTS total 1,8 MW untuk beberapa tenant. Angka historis ini memberi gambaran penerapan di kawasan industri; sumber tersebut tidak menyatakannya sebagai bagian dari rencana baru lebih dari 40 MWp.
Hemat energi berbeda dari hemat seluruh biaya
Suara.com melaporkan studi kasus yang disampaikan SUN pada distributor barang konsumsi di Jabodetabek: truk listrik untuk rute sekitar 50 kilometer, dengan operasi pukul 08.00–17.00, berpotensi menghemat biaya energi hingga 83,6% per perjalanan. Pengurangan total biaya kepemilikan dan operasionalnya disebut sekitar 15%.
Kedua persentase itu mengukur hal berbeda. Biaya energi hanya salah satu komponen, sementara total biaya juga dipengaruhi kendaraan, pembiayaan, perawatan dan pola pemakaian. Karina Darmawan, Director of Mobility SUN, menyebut perhitungan kasus itu memakai listrik jaringan dan pola operasi pelanggan; bukan bukti semua pengisian berasal dari PLTS.
Bagi pabrik atau pengelola armada, pertanyaan praktisnya adalah berapa listrik yang terpakai saat matahari tersedia, kapan kendaraan berhenti untuk mengisi daya, dan bagaimana kontrak serta biaya layanannya. Angka studi kasus tersebut bukan jaminan penghematan untuk setiap pelanggan.
Baterai dan pengisian daya menentukan manfaatnya
Sekretariat Negara pada 15 Oktober kembali menjelaskan program PLTS 100 GWp yang dimulai pada 25 Agustus 2026 di Jembrana, Bali. Pemerintah menempatkan penyimpanan energi sebagai pendukung pemakaian listrik surya pada malam hari atau ketika mendung. Ini konteks program nasional, bukan pengumuman pemberian proyek kepada SUN.
Panel menghasilkan listrik, baterai menyimpan energi, dan sistem pengisian menentukan kapan listrik masuk ke kendaraan. Lama dukungan baterai bergantung pada kapasitas dan beban yang dilayani; keberadaan baterai saja tidak menjamin seluruh operasi pabrik berlangsung mandiri dari jaringan.
Tahap proyek dan informasi berikutnya tersedia pada entri SUN di Sorot Tracker: rincian lokasi, kontrak pelanggan, kapasitas penyimpanan dan tanggal operasi.
Sumber dan konteks
- ANTARA, 15 Oktober 2026 pukul 22.06 WIB: pernyataan perusahaan, proyek lebih dari 40 MWp dan portofolio regional.
- Suara.com, 15 Oktober 2026 pukul 13.20 WIB: laporan acara dan studi kasus truk listrik. Pernyataan korporasi berasal dari acara yang sama, bukan verifikasi independen atas hasil penghematan.
- SUN, 13 Februari 2026: riwayat layanan terintegrasi, pembagian unit bisnis dan contoh kawasan industri.
- Sekretariat Negara, 15 Oktober 2026: konteks program nasional dan penyimpanan energi.