MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Pabrik Metanol Rp41 Triliun, Kapan Mengurangi Impor?

Proyek metanol Bengalon membutuhkan 7,7 juta ton batu bara dan pembangkit 1.200 MW. Pasar B50, riwayat Air Products, pembiayaan penuh dan CCS menentukan hasilnya.

Oleh Redaksi Sorot Energi···3 menit baca
Peserta penandatanganan kontrak FEED dan kerangka EPCC proyek metanol Bengalon pada 29 Juli 2026, dengan logo BEC, KPC, Arutmin, IKL dan CNCEC pada latar acara. Foto dokumentasi BEC.

Foto dokumentasi BEC: penandatanganan kontrak rekayasa dasar dan kerangka EPCC proyek metanol Bengalon, 29 Juli 2026. Sumber: PT Bumi Etam Chemical.

Pengganti impor dari Bengalon masih menunggu pembangunan dan uji operasi yang ditargetkan pada 2029. Proyek metanol Rp41,2 triliun ini juga akan menjadi pemakai besar batu bara: sekitar 7,7 juta ton per tahun untuk target 2 juta ton metanol. Pembiayaan, pembeli dan pengendalian emisi menentukan apakah targetnya tercapai.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto kembali menegaskan rencana tersebut melalui ANTARA pada 1 Oktober 2026. Lokasinya di Batuta Chemical Industrial Park, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Laporan 31 Agustus mencatat Rp41,52 triliun, sekitar 0,8% lebih tinggi; keduanya nilai rencana, bukan realisasi belanja.

Bahan baku, produk, dan listrik pendamping

Kebutuhan batu bara7,7 juta ton/tahun

Sekitar 3,9 ton batu bara per ton target metanol. Rasio kebutuhan proyek, bukan efisiensi reaktor saja.

Target metanol2 juta ton/tahun

Belum produksi aktual. Ditambah kapasitas KMI, kapasitas domestik dapat mencapai 2,66 juta ton.

Pembangkit terintegrasi3×400 MW

Rencana total 1.200 megawatt untuk kompleks industri, bukan listrik yang sudah tersedia bagi publik.

Sumber: Kementerian ESDM, ANTARA Kaltim 31 Agustus 2026 dan profil KMI. Angka BEC masih target.

Jalan keluar bagi batu bara kalori rendah

ESDM menyebut batu bara sekitar 3.400 kkal/kg. Kebutuhan 7,7 juta ton setara 14% produksi KPC pada 2024 sebesar 55 juta ton dalam laporan tahunan BUMI. Ini perbandingan skala, bukan pernyataan seluruh pasokan berasal dari KPC. Mengolah batu bara bernilai jual rendah memberi pasar baru bagi pemilik tambang.

Pelaksananya PT Bumi Etam Chemical (BEC), patungan Arutmin dan KPC dalam grup BUMI. Kontrak rekayasa dasar dan kerangka EPCC bersama IKL dan CNCEC ditandatangani pada 29 Juli; peletakan batu pertama berlangsung 31 Agustus 2026. Lokasi ini pernah ditinggalkan mitra: Air Products mengonfirmasi mundur dari proyek metanol Bengalon pada 23 Maret 2023. Seremoni baru tidak menghapus risiko penyelesaian.

Siapa yang menyerap metanol tambahan?

Indonesia sudah memiliki Kaltim Methanol Industri di Bontang, berkapasitas desain 660.000 ton setahun. Jika BEC beroperasi penuh, gabungannya menjadi 2,66 juta ton. Impor 2025 sebesar 1,3 juta ton dan porsi impor 68% menurut BEC menyiratkan kebutuhan sekitar 1,9 juta ton. Kapasitas potensial melampaui patokan itu, tetapi kapasitas bukan produksi dan permintaan 2029 bisa berbeda.

Biodiesel menjadi penggerak penting. ESDM memproyeksikan B50 membutuhkan 16,7–18 juta kiloliter biodiesel. Dengan densitas 0,88 ton/kL dan asumsi kebutuhan bersih metanol 10% massa biodiesel, estimasinya 1,47–1,58 juta ton metanol setahun. Itu kebutuhan total sektor, bukan tambahan baru seluruhnya untuk BEC. Methanol Institute menjelaskan metanol berlebih didaur ulang; pemakaian bruto berbeda dari kebutuhan bersih. BEC juga membidik industri kimia dan ekspor.

CCS menentukan jejak emisinya

Pembangkit 3×400 MW membuat kebutuhan energi pendampingnya besar. ESDM menyebut integrasi penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS, tetapi rilisnya tidak mencantumkan kapasitas tangkapan. IRENA memberi rentang literatur metanol berbasis batu bara 2,6–3,8 ton CO₂e per ton, atau ilustrasi orde 5,2–7,6 juta ton CO₂e untuk 2 juta ton produk tanpa manfaat CCS. Ini pembanding literatur, bukan inventaris emisi BEC.

Pembiayaan belum sama dengan hasil

Roadmap BEC menempatkan finalisasi pembiayaan pada tahap 2026. Rincian pendanaan penuh melalui bank, ECA atau ekuitas mitra belum diumumkan dalam dokumen proyek yang dirujuk. Namun ada laporan rencana pinjaman BUMI Rp1,5 triliun kepada Arutmin untuk kebutuhan strategis termasuk persiapan hilirisasi; jumlah itu belum membuktikan seluruh pembiayaan BEC tersedia.

Klaim penghematan devisa Rp7,1 triliun untuk impor 1,3 juta ton menyiratkan harga Rp5,46 juta per ton, sekitar US$331 pada kurs ilustratif Rp16.500 per dolar. Nilainya berubah bersama harga dan kurs; ini bukan laba pabrik.

Publikasi Pemkab Kutai Timur 31 Agustus mengutip Rio Supin: sekitar 5.000 pekerja pada puncak konstruksi dan hampir 800 saat operasi. Target uji operasi 2029 tercantum dalam rilis ESDM 31 Agustus. Pekerjaan konstruksi tidak seluruhnya menjadi pekerjaan tetap.

Yang perlu dipantau: pembiayaan penuh, kontrak pembeli, konstruksi, pekerja lokal serta kapasitas dan realisasi CCS. Ikuti profil Metanol Bengalon BEC di Sorot Tracker.
Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.