MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Panel Buatan Kendal Dipakai untuk PLTS Nusa Penida

PLN IP Services memakai modul TMAI untuk pengembangan PLTS Nusa Penida. Pabrik Kendal menggunakan teknologi TOPCon; kapasitas dan jadwal operasi proyek belum dirinci.

Oleh Redaksi Sorot Energi··3 menit baca
Peninjauan modul surya dalam dokumentasi PLN IP Services yang menyertai rilis Nusa Penida, dipublikasikan 23 Oktober 2026. Peserta, panel, dan identitas PLN Indonesia Power Services pada seragam terekam asli.
Peninjauan modul surya dalam dokumentasi PLN IP Services yang menyertai rilis Nusa Penida, dipublikasikan 23 Oktober 2026. Peserta, panel, dan identitas PLN Indonesia Power Services pada seragam terekam asli.

Peninjauan modul surya dalam dokumentasi yang menyertai rilis Nusa Penida, dipublikasikan 23 Oktober 2026. Foto: PLN Indonesia Power Services.

Panel surya produksi PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), produsen yang berlokasi di Kendal, digunakan dalam pengembangan PLTS di Nusa Penida, Bali. PLN Indonesia Power Services menangani rekayasa, pengadaan, hingga konstruksinya.

Informasi tersebut disampaikan dalam rilis PLN IP Services bertanggal 22 Oktober 2026 yang diunggah 23 Oktober. Pembaruan ini memperlihatkan penggunaan komponen produksi dalam negeri pada proyek pembangkit, tetapi belum merinci kapasitas proyek, jumlah panel atau jadwal operasi komersial.

Teknologi di balik panel buatan Kendal

Dalam pengumuman peresmian pabrik pada Juni 2025, Trinasolar menyebut fasilitas TMAI menggunakan sel surya n-type TOPCon berukuran 210 milimeter. Sel adalah bagian yang mengubah cahaya menjadi listrik; sejumlah sel dirangkai menjadi satu modul atau panel.

TOPCon berupaya menekan kehilangan listrik di bagian kontak sel. Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems ISE menjelaskan penggunaan lapisan oksida yang sangat tipis untuk melindungi permukaan sekaligus memudahkan perpindahan pembawa muatan. Dengan bahasa sederhana, energi yang sudah ditangkap sel diupayakan lebih sedikit terbuang sebelum menjadi arus listrik yang bisa dipakai.

Penjelasan ini menggambarkan prinsip teknologinya. Rilis Nusa Penida belum menyebut model panel maupun efisiensinya, sehingga kemampuan suatu produk TMAI tidak otomatis menjadi angka kinerja pembangkit tersebut.

Kapasitas pabrik berbeda dari pasokan listrik

Saat peresmian 19 Juni 2025, Trinasolar menyebut kapasitas produksi pabrik hingga satu gigawatt per tahun. Artinya, dalam setahun fasilitas itu dirancang memproduksi modul dengan total kapasitas nominal setara 1.000 megawatt. Angka ini mengukur kemampuan manufaktur, bukan listrik yang mengalir terus-menerus dari pabrik ke pelanggan.

Profil TMAI menempatkan fasilitas produksinya di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Kemitraannya melibatkan Trinasolar, PT Daya Sukses Makmur Selaras dari grup Dian Swastatika Sentosa, serta PLN Indonesia Power Renewables.

Entitas Peran dalam kabar ini
PLN IP Services Kontraktor rekayasa, pengadaan dan konstruksi PLTS
TMAI Produsen modul surya yang digunakan
PLN Indonesia Power Renewables Mitra usaha dalam perusahaan manufaktur TMAI

PLN IP Services dan PLN Indonesia Power Renewables adalah entitas berbeda. Pemisahan peran ini membantu pembaca membedakan pihak yang membangun pembangkit dari pihak yang terlibat dalam produksi panelnya.

Nusa Penida sudah memakai tenaga surya sejak 2022

PLN pada 29 April 2023 telah melaporkan PLTS Hybrid Nusa Penida berkapasitas 3,5 megawatt peak di lahan 4,5 hektare, yang mulai beroperasi menjelang G20 pada November 2022. Jadi, kabar penggunaan modul TMAI tidak berarti tenaga surya baru pertama kali masuk ke pulau ini.

Hubungan rinci pengembangan dalam rilis 2026 dengan fasilitas lama belum dijelaskan. Kapasitas 3,5 megawatt peak tersebut merupakan data fasilitas yang dilaporkan pada 2023, bukan kapasitas tambahan yang diumumkan sekarang.

Bagi pembaca, ukuran keberhasilan berikutnya adalah kapasitas yang benar-benar selesai dibangun, energi listrik yang dihasilkan, dan keandalan operasinya. Pemilihan panel menjadi salah satu bagian dari sistem pembangkit secara keseluruhan.

Ikuti perkembangan pada entri modul TMAI–Nusa Penida di Sorot Tracker.

Sumber dan catatan angka

Satu gigawatt = 1.000 megawatt. Kapasitas produksi modul per tahun berbeda dari energi tahunan pembangkit. Tidak dihitung ekuivalen rumah tangga, penghematan solar, atau pengurangan emisi tanpa data kapasitas dan produksi proyek terbaru.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.