MEDIA ENERGI INDONESIA
Berita

Sumur Minas Mulai Produksi, Minyak Lebih Dua Kali Target

Minas 6C-27A mulai berproduksi dengan bantuan pompa listrik. Laju minyak awal lebih dua kali target; capaian ini masih perlu dipantau keberlanjutannya.

Oleh Redaksi Sorot Energi··3 menit baca
Arsip Andre Rosiade dan peserta kunjungan Komisi VI DPR RI menerima penjelasan di fasilitas PHR, Minas, Riau, 18 Juni 2026. Logo Pertamina terekam asli pada helm dan pakaian.
Arsip Andre Rosiade dan peserta kunjungan Komisi VI DPR RI menerima penjelasan di fasilitas PHR, Minas, Riau, 18 Juni 2026. Logo Pertamina terekam asli pada helm dan pakaian.

Arsip kunjungan Komisi VI DPR RI di fasilitas PHR, Minas, Riau, 18 Juni 2026. Foto: Parlementaria DPR RI/Hal-Andri.

Sumur Minas 6C-27A di Blok Rokan mulai berproduksi pada 19 Oktober 2026 dengan laju minyak awal 602 barel per hari, sekitar 2,46 kali target. Operatornya adalah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

RuangEnergi pada 21 Oktober melaporkan keterangan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: target awalnya 245 barel minyak per hari. Laju awal itu 357 barel di atas target, atau sekitar 146% lebih tinggi.

Minyak berbeda dari total cairan

Ukuran awal Laju per hari
Total cairan 753 barel
Minyak 602 barel
Proporsi air dalam cairan Sekitar 20%

Menurut Energy Glossary SLB, water cut adalah bagian air dibandingkan seluruh cairan yang dihasilkan. Jadi, angka cairan perlu dipisahkan dari angka minyak. Sebagai gambaran, water cut 20% berarti kira-kira satu dari setiap lima bagian cairan berupa air.

Angka yang dilaporkan konsisten setelah pembulatan: 753 × 80% = 602,4 barel minyak per hari. Selisih dengan angka 602 bukan tambahan produksi lain, melainkan akibat pembulatan.

Pompa membantu mengangkat fluida

Sumur menggunakan electric submersible pump (ESP). SLB menjelaskan ESP sebagai sistem pengangkatan buatan: motor listrik menggerakkan pompa di dalam sumur untuk membawa fluida ke permukaan.

Pemakaian ESP berarti aliran dibantu peralatan, sehingga tidak tepat menyebutnya mengalir alami. Cara kerja pompa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membaca kemampuan produksi sumur.

Durasi pekerjaan tidak sama dengan hari pengeboran

Pengeboran berlangsung 5–23 September dengan rig BDSI-21; seluruh rangkaian pemindahan, pengeboran dan penyelesaian awal memakan 38 hari. Sumur berarah ini menargetkan Bangko LQR pada kedalaman terukur 3.029 kaki, sekitar 923 meter.

Kedalaman sepanjang lintasan berbeda dari jarak vertikal ke bawah. Demikian pula, waktu keseluruhan pekerjaan tidak boleh dibaca sebagai lama mata bor bekerja saja.

Satu sumur dalam upaya menjaga Rokan

Parlementaria pada Juni 2026 mencatat dua jalur yang dijalankan PHR: pengeboran sumur dan peningkatan perolehan minyak melalui injeksi bahan kimia atau chemical enhanced oil recovery (CEOR). Informasi tersebut memberi konteks strategi perusahaan, bukan bukti bahwa sumur ini menggunakan CEOR.

Produksi awal juga belum menjamin rata-rata harian pada bulan berikutnya. Kontribusi yang bertahan perlu dilihat dari perkembangan laju minyak, proporsi air, kesiapan pompa dan waktu operasi. Capaian satu sumur tidak menunjukkan perubahan bersih seluruh Blok Rokan, karena sumur lain juga dapat mengalami perubahan produksi.

Lihat konteks wilayah dan operator pada profil WK Rokan di Peta Migas, serta catatan Minas 6C-27A di Sorot Tracker.

Sumber dan catatan angka

Rasio terhadap target: 602 ÷ 245 = 2,457 kali; kelebihan terhadap target: (602 − 245) ÷ 245 × 100 ≈ 145,7%. Konversi kedalaman memakai 1 kaki = 0,3048 meter. Tidak dilakukan proyeksi produksi tahunan dari laju awal.

Bagikan artikel ini.
WhatsAppLinkedInX
PENCARIAN

Cari berita

Masukkan topik, perusahaan, kebijakan, atau proyek.

Mulai dengan minimal 2 karakter.

DAFTAR BACAANMU

Disimpan untuk nanti.

Daftar bacaan tersimpan di browser ini, bukan di akun online.